Drone Pertanian Mulai Diuji di Sumenep: Inovasi Baru Dukung Target Swasembada Pangan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 2 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Teknologi modern mulai masuk ke lahan pertanian di Kabupaten Sumenep.

Kelompok Tani Sumber Baru Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, melaksanakan uji coba pemanfaatan drone pertanian dari pabrikan Maxi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Swasembada Pangan melalui pola tanam IP300 (Indeks Pertanaman 300).

Uji coba ini dipimpin oleh Ketua Kelompok Tani Sumber Baru, Sunarto Wiyono, serta mendapat pendampingan dari Tim Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota Sumenep dan Desa Pangarangan.

Kehadiran para penyuluh diharapkan mampu memberikan bimbingan langsung agar teknologi ini dapat diadopsi dengan baik oleh para petani.

Sunarto menyampaikan bahwa teknologi drone diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesehatan petani.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Dorong Batik Tulis Sampang Go Nasional sebagai Warisan Budaya Madura

Selama ini, pemupukan dan penyemprotan pestisida masih dilakukan secara manual sehingga memakan waktu dan berisiko tinggi bagi petani karena kontak langsung dengan bahan kimia.

Dengan hadirnya drone, proses tersebut dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan aman.

Drone pertanian dinilai mampu menyemprot secara terkontrol sehingga pemupukan maupun pemberantasan hama lebih efisien.

Menurut Sunarto, adopsi teknologi ini bisa menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas hasil panen sekaligus mempercepat pencapaian target IP300 yang menuntut pengelolaan lahan intensif sepanjang tahun.

Penggunaan drone pertanian tidak hanya terbatas pada pemupukan, tetapi juga bermanfaat dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman.

Dengan penyemprotan yang lebih presisi, potensi kerusakan tanaman dapat ditekan sejak dini.

Baca Juga :  KKNT UTM Bantu Pembudidaya Lele Sampang dengan Mesin Pakan Mandiri

Sunarto menegaskan, transformasi ini harus dibarengi dengan pendampingan intensif.

Ia berharap para petani mendapat edukasi dan pelatihan berkelanjutan agar dapat menggunakan drone dengan benar.

Menurutnya, keberhasilan adopsi teknologi pertanian modern sangat bergantung pada kemampuan petani dalam mengoperasikan alat secara tepat

Dalam uji coba tersebut, tim penyuluh pertanian dari Kecamatan Kota Sumenep dan Desa Pangarangan turut serta mendampingi petani.

Mereka memberikan arahan teknis sekaligus menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan agar teknologi baru ini benar-benar memberi manfaat maksimal.

Para penyuluh juga menilai bahwa teknologi drone bisa menjadi solusi inovatif bagi petani lokal dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.

Dengan adopsi teknologi modern, diharapkan hasil pertanian tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.

Baca Juga :  Polres Sumenep Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program Pekarangan Pangan Lestari

Uji coba drone pertanian ini menjadi langkah awal bagi Desa Pangarangan dalam mengadopsi teknologi modern.

Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi petani lokal dalam mendukung program swasembada pangan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Bagi para petani, teknologi ini diharapkan menjadi jawaban atas keterbatasan metode konvensional.

Dengan dukungan dari pemerintah dan pendampingan penyuluh, transformasi pertanian menuju era digital diyakini dapat terwujud, menjadikan sektor pertanian semakin berdaya saing di masa depan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru