Pengangguran Terdidik Masih Jadi PR Kota Malang, Wali Kota Dorong Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 30 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Meskipun angka pengangguran terbuka di Kota Malang terus menunjukkan penurunan, tantangan baru muncul dari meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang belum terserap oleh dunia kerja.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang, terutama bagi Wali Kota Wahyu Hidayat, yang menilai fenomena ini sebagai salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Dalam pembukaan kegiatan Ngalam Idrek Job Fair pada Kamis (30/10/2025), Wahyu menuturkan bahwa kegiatan bursa kerja tersebut sengaja diadakan untuk membantu para pencari kerja berpendidikan tinggi agar lebih mudah mendapatkan kesempatan kerja yang sesuai.

Ia menjelaskan bahwa sebagai kota pendidikan, Malang wajar memiliki jumlah lulusan yang besar setiap tahunnya, namun belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.

Baca Juga :  Bank Indonesia Malang Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional Lewat QRIS, Upaya Pulihkan Ekonomi Daerah

Wahyu menilai, situasi seperti ini juga dialami oleh kota-kota pendidikan lainnya di Indonesia.

Namun, ia tetap mengapresiasi penurunan tingkat pengangguran terbuka yang berhasil dicapai dalam setahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, angka pengangguran terbuka di Kota Malang turun dari 6,1 persen menjadi 5,8 persen.

Meski begitu, angka pengangguran di kalangan terdidik masih terbilang tinggi, yakni sekitar 7,3 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa lulusan sarjana dan diploma belum sepenuhnya terserap dalam lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian mereka.

Menurut Wahyu, langkah yang paling realistis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memperkuat program link and match antara dunia pendidikan dan industri.

Ia menilai, lembaga pendidikan tinggi perlu lebih responsif terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja agar lulusan yang dihasilkan bisa langsung siap kerja.

Baca Juga :  Apakah BSU Cair Lagi di September 2025? Ini Penjelasan Resminya

“Pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi antara perguruan tinggi, pelaku industri, dan lembaga pelatihan agar kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja bisa diminimalisir,” ujarnya.

Selain itu, Wahyu juga menyoroti adanya pergeseran tren minat kerja di kalangan anak muda.

Ia menilai banyak lulusan perguruan tinggi yang kini lebih memilih bekerja di sektor informal, seperti menjadi content creator, freelancer, atau pengusaha digital.

Menurutnya, tren tersebut tetap positif selama memberikan kontribusi ekonomi, meskipun berada di luar sistem kerja formal.

“Banyak yang berpendidikan tinggi tetapi memilih bekerja secara mandiri di sektor digital. Itu juga tetap termasuk dalam kategori pekerjaan, walaupun informal,” tuturnya.

Baca Juga :  Siapkan Lulusan SMA/SMK Bersertifikasi Nasional, Disnaker Ponorogo Buka 13 Paket Pelatihan Kerja

Pemerintah Kota Malang, lanjut Wahyu, berkomitmen untuk terus menekan angka pengangguran, terutama di sektor formal.

Melalui kegiatan seperti Ngalam Idrek Job Fair, ia berharap para pencari kerja bisa mendapatkan akses langsung ke perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan sesuai bidang keahlian mereka.

Wahyu juga menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan tingkat pengangguran di Kota Malang dapat ditekan hingga di bawah 6 persen, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Malang berharap keseimbangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri dapat tercapai.

Hal ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka pengangguran terdidik, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi daerah ke depan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur
YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 15:51 WIB

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Berita Terbaru