JSEF Volume III Dorong UMKM Jawa Timur Naik Kelas Lewat Edukasi dan Kolaborasi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 31 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya memperkuat sektor ekonomi rakyat dengan memperluas dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui ajang Jatim Small and Medium Enterprises Festival (JSEF) Volume III, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dan bersaing di pasar modern.

Acara yang mengusung tema “Gerbang Nusantara Baru” ini menjadi momentum penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kolaborasi dan inovasi.

Melalui pameran, pelatihan, serta sesi edukasi, para pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jaringan, serta memperkenalkan produk unggulan mereka kepada publik.

Penjabat Gubernur Jawa Timur, Heru Tjahjono, menjelaskan bahwa JSEF tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi produk lokal, tetapi juga sebagai wadah untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para pelaku UMKM.

Baca Juga :  TPK Hotel Kabupaten Madiun Turun di Agustus 2025, BPS Soroti Dampak Minimnya Momen Liburan

Menurutnya, pemahaman terhadap pasar, pengemasan produk, hingga strategi digital marketing menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.

Heru menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha merupakan bagian integral dari program pemberdayaan ekonomi lokal.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku UMKM agar mampu bertransformasi dari usaha tradisional menuju bisnis yang modern dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga menyoroti pentingnya dukungan dari masyarakat terhadap produk-produk lokal.

Ia menilai bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh tingkat apresiasi dari konsumen di daerahnya sendiri.

“Masyarakat perlu mengenal dan mencintai produk-produk UMKM daerahnya sendiri. Dukungan dari konsumen lokal adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi mandiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Surabaya Dorong Inovasi Empat Sektor Strategis Nasional: Pameran Indo Livestock hingga Indo Fisheries 2025

Melalui kampanye cinta produk lokal, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk lebih memilih dan menggunakan hasil karya pelaku usaha daerah.

Langkah ini diyakini dapat memperkuat perputaran ekonomi di tingkat regional dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

JSEF Volume III juga menjadi wadah penting bagi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas kreatif.

Melalui sinergi ini, para pelaku UMKM memperoleh akses lebih luas terhadap permodalan, teknologi, serta jaringan pemasaran yang lebih modern.

Selain menampilkan produk lokal unggulan, ajang ini juga menghadirkan berbagai sesi diskusi dan pelatihan mengenai strategi pengembangan bisnis, peningkatan kualitas produk, serta manajemen keuangan berbasis digital.

Dengan semangat kolaboratif ini, pemerintah berharap sektor UMKM di Jawa Timur dapat menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga :  Alur Lengkap Pencairan Uang Saku Magang Kemenaker 2025: Dari Verifikasi Data hingga Dana Masuk Rekening

Melalui tema besar “Gerbang Nusantara Baru”, JSEF Volume III diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi daerah sekaligus pintu menuju kemandirian ekonomi nasional.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur percaya bahwa dengan inovasi, kerja sama, dan semangat kebersamaan, sektor UMKM mampu menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru