Pemerintah Lanjutkan Program ATENSI 2025 untuk Anak Yatim Piatu, Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Pendidikan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial bagi anak-anak yatim piatu di seluruh daerah.

Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan menjalankan Program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial), yaitu program bantuan sosial yang dirancang untuk menjamin keberlangsungan hidup dan pendidikan anak-anak yang kehilangan orang tua.

Program ATENSI menyasar anak-anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau data resmi pemerintah daerah.

Melalui basis data ini, penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang benar-benar membutuhkan dukungan.

Bantuan yang diberikan dalam program ATENSI bervariasi antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per anak setiap bulan, tergantung pada kebutuhan dan kondisi penerima.

Baca Juga :  GIIAS 2025 Surabaya: Pameran Otomotif Terbesar Hadir dengan Inovasi Terkini

Bentuk bantuan pun tidak selalu berupa uang tunai, tetapi juga bisa dalam bentuk barang seperti perlengkapan sekolah, makanan bergizi, pakaian, serta dukungan alat kesehatan.

Dengan cara ini, bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Kementerian Sosial menegaskan bahwa tujuan utama dari program ATENSI adalah memastikan anak-anak yang kehilangan orang tua tetap memperoleh kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dan menikmati kehidupan yang layak.

Program ini juga berperan dalam mencegah anak-anak tersebut jatuh ke dalam lingkaran kemiskinan baru akibat kehilangan orang tua sebagai penopang ekonomi keluarga.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa pendekatan ATENSI tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan finansial, tetapi juga pada pendampingan psikososial dan penguatan keluarga pengganti.

Baca Juga :  Syarat Lengkap Penerima BLT Kesra 2025: Pastikan Kamu Memenuhi Kriteria Berikut

Anak-anak yang diasuh oleh kerabat, panti sosial, atau lembaga kesejahteraan anak akan mendapatkan pemantauan rutin agar tumbuh kembang mereka tetap terjaga.

Selain itu, program ATENSI juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga sosial dalam mendukung anak-anak penerima manfaat.

Beberapa daerah bahkan telah menambahkan dukungan lokal berupa beasiswa, program keterampilan, hingga pelatihan vokasi untuk anak-anak usia sekolah menengah.

Dengan adanya program ini, pemerintah berharap setiap anak yatim piatu di Indonesia dapat merasakan kehadiran negara di tengah situasi sulit yang mereka alami.

Program ATENSI juga menjadi simbol nyata bahwa pembangunan sosial tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kemanusiaan dan keadilan sosial.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan Bantuan Beras 10 Kg dan Minyak 2 Liter untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Kemensos mengimbau masyarakat agar memastikan data anak yatim piatu di wilayahnya tercatat dalam DTKS melalui perangkat desa atau kelurahan.

Dengan demikian, tidak ada anak yang terlewat dari jangkauan bantuan.

Melalui program ATENSI, pemerintah berkomitmen menjaga agar setiap anak tetap memiliki harapan dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi bangsa di masa depan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru