Smart Kopi Kedasih Jadi Ikon Agrowisata Edukatif Lereng Bromo, Dorong Inovasi dan Ekonomi Hijau Desa

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Inovasi berbasis riset yang dilakukan oleh tim perguruan tinggi bersama masyarakat Desa Kedasih, Kabupaten Probolinggo, kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Melalui program Smart Kopi Kedasih, desa yang berada di kawasan lereng Bromo itu berhasil menggabungkan potensi pertanian, teknologi, dan pariwisata menjadi satu kesatuan yang berdampak langsung pada ekonomi warga.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai ekonomi kopi lokal, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan.

Salah satu inovasi unggulannya adalah pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan.

Teknologi tersebut dikembangkan sebagai solusi untuk mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Pemerintah Desa Kedasih turut memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk penyediaan fasilitas produksi dan pendampingan legalitas usaha mikro, sehingga masyarakat dapat mengembangkan produknya secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan 116 Ton Jagung Subsidi untuk Peternak Ayam Petelur Jombang

Kolaborasi antara akademisi, warga, dan pemerintah desa ini menciptakan model pengembangan ekonomi hijau yang berbasis komunitas.

Salah satu anggota tim pelaksana, Novita Lidyana, menjelaskan bahwa Smart Kopi Kedasih merupakan contoh nyata bagaimana riset dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Ia menuturkan, kopi bukan lagi sekadar produk hasil panen, melainkan sudah menjadi simbol identitas dan kebanggaan warga Desa Kedasih.

“Melalui program ini, kami tidak hanya mengembangkan produk kopi, tetapi juga membangun konsep From Farm to Cup, di mana masyarakat dapat memahami proses kopi dari kebun hingga siap disajikan. Kami ingin menjadikan Kedasih sebagai ikon agrowisata edukatif di lereng Bromo,” ujarnya.

Baca Juga :  BI Serahkan Bantuan Geomembran ke Koperasi Garam di Sumenep, Dorong Produktivitas Petani Lokal

Tim juga memperkenalkan produk kopi lokal melalui berbagai kegiatan promosi dan pelatihan masyarakat.

Inisiatif ini bertujuan agar petani kopi memiliki keterampilan baru dalam mengolah hasil panen, menciptakan produk bernilai tambah, serta memperluas jaringan pasar ke ranah digital.

Hingga Oktober 2025, Smart Kopi Kedasih telah menghasilkan beberapa luaran penting.

Di antaranya adalah publikasi artikel nasional di Kompas Sains, video dokumentasi kegiatan di kanal YouTube DPPM UPM, serta draft Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk teknologi pupuk organik cair berbasis limbah kopi.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi lokal dapat bersaing di tingkat nasional jika dikembangkan dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif.

Ke depan, tim berencana mendirikan koperasi “Kopi Kedasih Bersatu” sebagai wadah ekonomi kolektif masyarakat.

Baca Juga :  Benih Jagung NK Perkasa Sakti Hadir di Kediri, Solusi Tangguh Hadapi Iklim Ekstrem dan Jaga Ketahanan Pangan

Selain itu, pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) juga tengah disiapkan untuk memantau proses produksi secara efisien dan modern.

Tak hanya berhenti di sana, Smart Kopi Kedasih juga menyiapkan program wisata edukatif bertajuk “Dari Kebun ke Cangkir”.

Paket wisata ini akan memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk mengenal proses pengolahan kopi, mulai dari pemetikan, penyangraian, hingga penyeduhan.

Melalui program tersebut, diharapkan Desa Kedasih dapat tumbuh menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan dan mampu memperkuat branding daerah sebagai pusat agrowisata kopi ramah lingkungan.

Dengan perpaduan antara riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, Smart Kopi Kedasih menjadi bukti nyata bahwa desa bisa menjadi motor penggerak inovasi hijau sekaligus contoh transformasi ekonomi lokal di masa depan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru