Pegadaian Kanwil XII Surabaya Teguhkan Komitmen Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam ajang Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 dan Sarasehan PVML Syariah yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di The Westin Surabaya pada tanggal 3–4 November 2025.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi lembaga keuangan, regulator, dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan syariah di masyarakat.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Beni Martina Maulan, dalam rilis resmi yang diterima pada Jumat (7/11/2025), menyampaikan bahwa keikutsertaan Pegadaian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan keuangan syariah.

Baca Juga :  Terminal Petikemas Surabaya Catat Kenaikan Arus pada Maret 2025: Sinyal Positif bagi Industri Logistik Nasional

Beni menuturkan bahwa bagi Pegadaian, keuangan syariah bukan sekadar alternatif, melainkan instrumen nyata dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa Pegadaian berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif, mudah dijangkau, serta sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Pegadaian Kanwil XII Surabaya secara berkelanjutan menggelar program edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk-produk syariah.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan OJK yang menargetkan peningkatan pangsa aset dan akses keuangan syariah nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam laporan OJK per Juni 2025, tercatat bahwa pangsa aset keuangan syariah nasional mencapai 11,47% dari total aset keuangan nasional.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Gelar Sidak Bahan Pokok, Temukan Ketidaksesuaian Takaran Minyak Goreng

Meskipun menunjukkan tren pertumbuhan positif, angka tersebut dinilai masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.

Selain itu, tingkat literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42%, sedangkan tingkat inklusi keuangan syariah tercatat sebesar 13,41%.

Data ini menunjukkan masih perlunya sinergi yang kuat antara regulator, lembaga keuangan, dan pelaku industri agar keuangan syariah semakin dikenal dan diterima masyarakat luas.

Beni menilai bahwa forum seperti IIFS 2025 sangat penting karena dapat mempertemukan berbagai pihak dalam membahas tantangan sekaligus merumuskan strategi konkret untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah.

Melalui keikutsertaannya dalam forum IIFS 2025 dan Sarasehan PVML Syariah, Pegadaian menegaskan tekad untuk terus menghadirkan solusi finansial berbasis syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Kesempatan Emas untuk Promosi Produk Lokal Sampang

Beni menyampaikan bahwa Pegadaian ingin menjadi bagian dari upaya besar dalam mewujudkan ekonomi berkeadilan melalui layanan yang mudah diakses dan terpercaya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat pondasi keuangan syariah nasional, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan transformasi digital di sektor keuangan.

Pegadaian juga berharap dapat memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perbankan syariah, lembaga keuangan mikro, dan sektor usaha kecil menengah (UKM), guna mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis prinsip syariah di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru