Khofifah Tegaskan Sinergi TNI dan Pemda Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Inagurasi Pasmar 2 yang digelar di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, pada Sabtu, 8 November 2025.

Menurut Khofifah, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian, tetapi juga pada kekompakan lintas lembaga.

Ia menjelaskan bahwa selama ini TNI AD berperan aktif dalam penguatan produksi padi, Kepolisian fokus pada pengembangan jagung, dan TNI AL turut mendukung budidaya kedelai.

Seluruh sinergi ini, kata dia, sejalan dengan konsep “pajale” — singkatan dari padi, jagung, dan kedelai — yang menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa tantangan pangan Indonesia tidak hanya pada ketersediaan bahan pokok, tetapi juga pada kecukupan protein hewani.

Baca Juga :  Khofifah Dorong Transformasi Teknologi dan Standar Mutu, Kopi Jawa Timur Siap Bersaing di Pasar Global

Ia menyoroti fakta bahwa Indonesia masih bergantung pada impor sekitar 65 persen kebutuhan susu dan lebih dari 50 persen pasokan daging.

Karena itu, menurutnya, penguatan sektor peternakan harus menjadi prioritas bersama agar kebutuhan protein masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menilai Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Malang sebagai aset penting dalam peningkatan kualitas dan populasi ternak nasional.

Ia mendorong agar jajaran TNI AL turut memanfaatkan fasilitas dan teknologi di BBIB tersebut untuk memperkuat kemampuan dalam pengembangan peternakan.

“Saya mengajak seluruh personel TNI AL untuk belajar dan berlatih di BBIB Singosari. Dengan kolaborasi dan disiplin yang dimiliki para prajurit, saya yakin ketahanan pangan nasional bisa lebih kuat,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Baca Juga :  Jadwal Pencairan Bansos Tahap Akhir 2025: Cair Bertahap Sepanjang Desember

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu optimistis bahwa keterlibatan TNI dalam program peternakan akan mempercepat terwujudnya swasembada daging dan susu nasional.

Menurutnya, semangat gotong royong dan etos kerja tinggi para prajurit menjadi nilai tambah yang dapat mempercepat pencapaian target nasional di sektor pangan dan peternakan.

Khofifah juga menyampaikan capaian positif Jawa Timur di sektor pertanian. Hingga November 2025, produksi padi di wilayah tersebut tercatat mencapai 12 juta ton gabah kering panen (GKP) dengan luas tanam mencapai 1,8 juta hektare — angka tertinggi secara nasional.

Ia menegaskan bahwa hasil tersebut membuktikan kesiapan Jawa Timur sebagai provinsi penopang ketahanan pangan nasional.

“Jawa Timur mengalami surplus pangan. Dari provinsi ini, kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia mampu swasembada,” tutur Khofifah dengan penuh keyakinan.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Dorong Lumajang Bangkit sebagai Kota Pisang dengan Pisang Agung sebagai Ikon

Sementara itu, Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan sektor peternakan.

Ia menyampaikan apresiasi atas arahan Gubernur Khofifah dan berkomitmen untuk mempraktikkan program serupa di lingkungan TNI AL.

“Ke depan, kami akan mulai mengembangkan peternakan sapi dan bebek sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Kami ingin belajar dari keberhasilan Jawa Timur yang mampu menjaga stabilitas produksi pangan,” ujar Mayjen Oni.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI, Jawa Timur diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru