Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 31 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Besaran gaji pokok Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS ditentukan berdasarkan golongan ruang yang melekat sejak awal pengangkatan.

Golongan ini tidak ditetapkan secara acak, melainkan disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan terakhir yang dimiliki oleh setiap pelamar.

Dengan sistem tersebut, pemerintah berupaya menciptakan struktur penggajian yang adil dan proporsional sesuai kompetensi.

Secara umum, pelamar dengan latar belakang pendidikan menengah seperti SMA atau sederajat akan ditempatkan pada golongan II.

Penempatan ini mempertimbangkan jenjang pendidikan serta jenis formasi yang dibuka oleh instansi pemerintah.

Golongan II biasanya diperuntukkan bagi jabatan pelaksana dengan tugas teknis tertentu yang tidak mensyaratkan pendidikan tinggi.

Sementara itu, lulusan pendidikan tinggi seperti Diploma III dan Strata Satu umumnya masuk ke dalam golongan III.

Baca Juga :  DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produksi Padi Lewat Metode SRI di Desa Baraji

Golongan ini mencakup rentang jabatan yang lebih luas, termasuk jabatan fungsional dan teknis yang membutuhkan keahlian akademik lebih mendalam.

Oleh karena itu, CPNS dari lulusan D3 dan S1 memiliki peluang penghasilan pokok yang lebih besar dibandingkan lulusan SMA.

Bagi pelamar yang memiliki gelar Strata Dua atau Strata Tiga, peluang untuk menempati golongan yang lebih tinggi juga terbuka, selama formasi yang dilamar memang mensyaratkan kualifikasi tersebut.

Penempatan golongan bagi lulusan S2 dan S3 biasanya disesuaikan dengan kebutuhan instansi serta kompleksitas jabatan yang akan diemban.

Dengan demikian, tingkat pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan posisi awal CPNS dalam struktur kepegawaian.

Gaji pokok CPNS sendiri dihitung mengacu pada Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang gaji Pegawai Negeri Sipil.

Baca Juga :  Pasar Hewan Aeng Sareh Butuh Revitalisasi, Pemkab Sampang Harap Dukungan Pemprov Jatim

Regulasi ini memuat daftar nominal gaji pokok berdasarkan golongan dan masa kerja.

Meskipun CPNS belum berstatus PNS penuh, acuan perhitungan gaji tetap menggunakan tabel resmi tersebut agar tidak terjadi perbedaan standar antarinstansi.

Namun demikian, CPNS tidak langsung menerima gaji penuh sebagaimana PNS.

Pemerintah menerapkan kebijakan bahwa CPNS hanya menerima 80 persen dari gaji pokok yang seharusnya diterima sesuai golongan dan masa kerja.

Skema ini diberlakukan selama masa percobaan atau prajabatan sebelum CPNS diangkat menjadi PNS secara penuh.

Sebagai contoh, apabila gaji pokok PNS pada golongan tertentu ditetapkan sejumlah nominal tertentu, maka CPNS pada golongan yang sama akan memperoleh 80 persen dari angka tersebut.

Baca Juga :  Cara Cek Penerima BLTS Susulan Pos Indonesia Online dengan Mudah dan Resmi

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan masa adaptasi sekaligus evaluasi kinerja sebelum status kepegawaian ditetapkan secara permanen.

Dengan mekanisme tersebut, besaran gaji CPNS dapat berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan, golongan ruang, serta formasi jabatan yang ditempati.

Oleh karena itu, calon pelamar CPNS perlu memahami bahwa latar belakang pendidikan sangat menentukan posisi awal dan besaran penghasilan selama masa CPNS.

Secara keseluruhan, sistem penggajian CPNS dirancang agar transparan dan terstruktur.

Dengan mengikuti regulasi yang berlaku, pemerintah memastikan bahwa setiap CPNS menerima hak keuangan sesuai ketentuan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan aparatur sipil negara.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru