Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, menunjukkan perkembangan yang cukup mengejutkan. Meski belum memiliki gedung operasional sendiri, koperasi tersebut dilaporkan telah mencatat omzet mencapai Rp20 juta. Capaian ini menjadi perhatian karena menunjukkan aktivitas ekonomi desa tetap mampu bergerak meskipun fasilitas fisik masih terbatas.
KDMP sendiri merupakan program yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan usaha bersama masyarakat, mulai dari perdagangan, distribusi hingga pemberdayaan UMKM desa.
Omzet Puluhan Juta Meski Fasilitas Masih Terbatas
Ketua KDMP Senggreng menjelaskan bahwa keterbatasan sarana tidak menghambat aktivitas usaha yang telah dijalankan koperasi. Sejumlah unit usaha tetap berjalan dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Walaupun saat ini kami belum mempunyai gedung sendiri, kegiatan usaha tetap berjalan dan omzet sudah mencapai sekitar Rp20 juta,” ujarnya.
Capaian tersebut disebut berasal dari aktivitas perdagangan dan layanan ekonomi yang dijalankan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Fokus Kembangkan Ekonomi Warga Desa
KDMP Senggreng tidak hanya diarahkan menjadi koperasi simpan pinjam semata, namun juga dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang lebih luas. Model KDMP dirancang menjadi agregator ekonomi pedesaan yang mampu menghubungkan potensi usaha masyarakat dengan pasar yang lebih besar.
Melalui skema tersebut, masyarakat desa diharapkan memperoleh manfaat yang lebih besar, baik dari sisi akses usaha maupun peningkatan pendapatan.
Gedung Belum Ada, Operasional Tetap Jalan
Meski belum memiliki bangunan permanen, pengurus KDMP Senggreng tetap menjalankan aktivitas operasional dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa perkembangan sebuah koperasi tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya infrastruktur, melainkan juga dipengaruhi oleh pengelolaan dan partisipasi masyarakat.
Diharapkan Jadi Motor Penggerak Desa
Program KDMP saat ini memang didorong menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, koperasi juga diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Keberhasilan KDMP Senggreng menembus omzet puluhan juta rupiah meski belum memiliki gedung sendiri menjadi gambaran bahwa potensi ekonomi desa masih dapat tumbuh jika dikelola secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara aktif.











