Rupiah Tembus Rp17.646 per Dolar! Kadin Jatim Desak Pemerintah Geser Anggaran Demi Cegah Gelombang PHK

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 22 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah tembus Rp17.646 per dolar AS, Kadin Jatim desak pemerintah realokasi anggaran untuk cegah ancaman PHK.

Rupiah tembus Rp17.646 per dolar AS, Kadin Jatim desak pemerintah realokasi anggaran untuk cegah ancaman PHK.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang dikabarkan menyentuh level Rp17.646 per dolar AS memicu kekhawatiran dari kalangan pelaku usaha. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat melalui realokasi anggaran agar dampak ekonomi tidak semakin meluas, terutama terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Nilai tukar rupiah yang terus tertekan memang tengah menjadi perhatian pelaku pasar dan dunia usaha dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi industri, terutama sektor yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan beban operasional juga dikhawatirkan memengaruhi kemampuan perusahaan mempertahankan tenaga kerja.

Kadin Jatim Minta Pemerintah Ambil Langkah Cepat

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif agar tekanan ekonomi tidak berujung pada pengurangan tenaga kerja dalam skala besar.

Baca Juga :  Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

“Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan realokasi anggaran KDMP agar bisa diarahkan pada program yang lebih mendesak untuk menjaga industri dan mencegah PHK,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini membutuhkan respons yang cepat karena pelemahan rupiah akan memberikan tekanan berlapis kepada sektor usaha, terutama industri manufaktur dan sektor padat karya.

Sektor Industri Dikhawatirkan Tertekan

Pelemahan kurs rupiah berpotensi meningkatkan harga bahan baku dan biaya logistik. Situasi tersebut dapat memicu kenaikan biaya produksi dan mempersempit margin keuntungan perusahaan.

Bila tekanan berlangsung dalam jangka panjang, sejumlah perusahaan dikhawatirkan melakukan efisiensi operasional, termasuk pengurangan tenaga kerja.

Kadin Jatim menilai langkah pencegahan harus dilakukan sejak awal agar sektor industri tetap dapat menjaga stabilitas operasional di tengah tekanan ekonomi global.

Baca Juga :  Butuh Jasa Arsitek Rumah Jakarta? Desain Mewah, Harga Terjangkau!

Realokasi Anggaran Dinilai Perlu Dikaji

Usulan realokasi anggaran KDMP muncul di tengah perdebatan mengenai alokasi anggaran pemerintah untuk berbagai program prioritas. Sejumlah pihak sebelumnya juga menyoroti pengelolaan dan distribusi anggaran yang dinilai perlu lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi aktual.

Menurut Kadin Jatim, fokus utama pemerintah saat ini seharusnya diarahkan pada upaya menjaga keberlangsungan industri nasional serta mempertahankan lapangan kerja.

Ancaman Ekonomi Global Perlu Diantisipasi

Tekanan terhadap rupiah juga disebut dipengaruhi berbagai faktor global seperti penguatan dolar AS, dinamika harga energi, serta ketidakpastian geopolitik internasional. Kondisi ini membuat pelaku usaha berharap adanya kebijakan yang dapat menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Dunia usaha berharap pemerintah dapat segera merumuskan kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga memastikan iklim usaha tetap kondusif agar aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dapat terus berjalan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru