Sumenep Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru Jawa Timur, Kadin Nilai Momentum Investasi Kian Kuat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kabupaten Sumenep kini dinilai tengah memasuki fase kebangkitan ekonomi yang menjanjikan.

Potensi alam yang melimpah dan dukungan kebijakan pemerintah daerah menjadikan wilayah ujung timur Pulau Madura ini sebagai salah satu tujuan investasi baru di Jawa Timur.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyampaikan bahwa Sumenep memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki daerah lain.

Kombinasi antara daratan utama dan gugusan kepulauan menjadikan Sumenep sebagai kawasan dengan karakter ekonomi unik yang bisa dikembangkan secara terpadu.

Menurut Adik, Sumenep memiliki potensi lengkap yang mencakup sektor maritim, pertanian, pariwisata, hingga energi.

Ia menilai, keunggulan ini bukan sekadar peluang, tetapi momentum besar untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa.

Kinerja ekonomi Sumenep pun menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2024, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 3,77%, dan meningkat hingga 4,64% jika tanpa sektor migas.

Baca Juga :  Jasa Travel Malang Kebanjiran Pesanan, Momentum Lebaran Dongkrak Bisnis Transportasi

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat menembus Rp45,22 triliun, menandakan produktivitas yang terus meningkat.

Peningkatan ini juga didorong oleh tingginya minat investasi di wilayah tersebut.

Selama tahun 2024, nilai investasi di Sumenep tercatat mencapai Rp2,8 triliun, sementara pada triwulan pertama 2025 sudah menembus Rp1,3 triliun.

Investasi tersebut berhasil menyerap lebih dari 5.500 tenaga kerja lokal, yang menegaskan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi Sumenep.

Adik menilai keberhasilan ini tidak lepas dari peran pemerintah daerah yang pro-investor.

Pemerintah Kabupaten Sumenep diketahui telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 34 dan 35 Tahun 2024 yang memberikan insentif, kemudahan perizinan, serta perlindungan bagi pelaku usaha yang menanamkan modalnya di daerah tersebut.

Lebih lanjut, ia menyoroti beberapa sektor unggulan yang memiliki prospek pengembangan tinggi, seperti rumput laut, garam, perikanan tangkap, pariwisata kesehatan (wellness tourism), dan energi terbarukan.

Baca Juga :  Kampung Pandu Lamongan Menuju Kampung Tanpa Residu, Jadi Model Ketahanan Pangan Terpadu Nasional

Sebagai contoh, rumput laut asal Sumenep dikenal memiliki kualitas tinggi, namun masih memerlukan investasi di bidang pengolahan pascapanen agar mampu meningkatkan nilai tambah.

Begitu pula dengan industri garam — di mana PT Garam di Kalianget saat ini memproduksi sekitar 319 ribu ton per tahun.

Ia menyebut, pengembangan fasilitas refinery dan cold storage modern dapat memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional maupun ekspor.

Di sektor pariwisata, Gili Iyang menjadi salah satu magnet utama karena dikenal sebagai pulau dengan kadar oksigen tinggi mencapai 20,9%.

Potensi ini dinilai ideal untuk dikembangkan menjadi destinasi eco-wellness tourism kelas dunia.

Sementara itu, keberadaan Kangean Energy Indonesia (KEI) membuka peluang besar bagi sektor jasa penunjang migas dan investasi energi surya berbasis PLTS serta microgrid di kawasan kepulauan.

Baca Juga :  Jelang Maulid Nabi, Pasar Tradisional Saronggi Semarak:  Pedagang Buah Kebanjiran Pembeli

Momentum kebangkitan ekonomi Sumenep juga diperkuat dengan perbaikan infrastruktur transportasi dan logistik.

Bandara Trunojoyo kini kembali beroperasi dengan rute Surabaya–Sumenep sebanyak dua kali dalam seminggu.

Di sisi lain, Pelabuhan Kalianget terus dikembangkan dengan dukungan anggaran APBN 2025 senilai Rp48,5 miliar untuk memperlancar arus barang dan distribusi logistik.

Adik menegaskan bahwa tantangan utama Sumenep selama ini terletak pada keterbatasan akses transportasi.

Namun dengan peningkatan konektivitas yang tengah berjalan, ia optimistis arus investasi dan perdagangan di wilayah ini akan semakin lancar.

“Dengan dukungan kebijakan yang pro-bisnis dan infrastruktur yang membaik, Sumenep siap menjadi poros ekonomi baru Jawa Timur,” ujar Adik menutup pernyataannya.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru