Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk pengadaan pupuk organik cair (POC) yang akan disalurkan kepada petani tanaman pangan, khususnya petani padi. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kualitas lahan pertanian.
Langkah tersebut menjadi perhatian di tengah tantangan sektor pertanian yang masih dihadapkan pada persoalan kebutuhan pupuk dan upaya menjaga stabilitas produksi pangan daerah. Sebelumnya, kebutuhan pupuk bersubsidi di Jombang juga sempat mengalami selisih antara usulan dan alokasi yang disetujui pemerintah.
Fokus Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Program pengadaan pupuk organik cair ini ditujukan untuk membantu petani meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dalam jangka panjang.
Pemkab Jombang menilai penggunaan pupuk organik menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas unsur hara tanah yang berpengaruh terhadap hasil panen petani.
Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan pupuk organik juga dinilai mampu menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan kualitas lahan pertanian.
Jombang Perkuat Posisi Sebagai Daerah Penghasil Padi
Kabupaten Jombang saat ini menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi cukup besar pada sektor pertanian di Jawa Timur. Data pemerintah daerah menunjukkan produksi beras daerah ini mengalami surplus sehingga memiliki peran penting dalam menjaga pasokan pangan.
Bupati Jombang sebelumnya juga menyebut peningkatan hasil pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah untuk menjaga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan.
Dengan adanya tambahan dukungan berupa pupuk organik cair, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat dan hasil panen petani menjadi lebih optimal.
Diharapkan Tekan Biaya Produksi Petani
Selain meningkatkan kualitas tanah, penggunaan pupuk organik cair juga diharapkan dapat membantu petani menekan biaya produksi pertanian.
Sejumlah uji penerapan pupuk berbasis organik di wilayah Jombang sebelumnya menunjukkan potensi efisiensi biaya sekaligus peningkatan hasil panen.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan kebutuhan pupuk dan perubahan kondisi iklim.











