Permintaan Lele Meledak Gara-gara MBG, Petani Jombang Malah Terjepit Biaya Pakan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 22 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permintaan lele di Jombang melonjak akibat MBG, namun petani tertekan kenaikan harga pakan dan biaya distribusi.

Permintaan lele di Jombang melonjak akibat MBG, namun petani tertekan kenaikan harga pakan dan biaya distribusi.

Lonjakan permintaan ikan lele di Kabupaten Jombang membawa angin segar bagi para pembudidaya. Namun di balik meningkatnya pasar, para petani justru menghadapi tekanan baru akibat naiknya harga pakan dan biaya distribusi yang semakin membebani operasional usaha mereka. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan kebutuhan pasar terhadap komoditas lele dalam beberapa bulan terakhir.

Permintaan yang meningkat membuat para petani yang tergabung dalam komunitas Petani Ikan Air Tawar Nusantara (Pekantara) di Kabupaten Jombang harus meningkatkan kapasitas produksi. Namun peluang pasar yang besar tersebut ternyata diikuti kenaikan biaya produksi yang mulai menggerus keuntungan petani.

Kebutuhan Pasar Masih Kurang Hingga 30 Persen

Penggerak Pekantara asal Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Heri Purnomo mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan mulai terasa sejak awal tahun.

Baca Juga :  Jelang HUT ke-80 RI, Pedagang Aksesori Merah Putih Ramaikan Jalanan Sampang

“Permintaan sejak Januari meningkat cukup signifikan karena adanya MBG. Bahkan saat ini kebutuhan pasar masih kurang sekitar 20 sampai 30 persen,” ungkap Heri Purnomo, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, komunitas yang awalnya hanya beranggotakan sekitar 20 orang kini berkembang menjadi sekitar 300 anggota aktif.

“Total ada sekitar 1.000 kolam yang dikelola anggota, ukuran rata-rata 3×6 meter sampai 3×7 meter,” ujarnya.

Dengan jumlah kolam tersebut, komunitas Pekantara mampu memproduksi sekitar 3–4 ton lele per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar di berbagai wilayah Jawa Timur.

Harga Pakan Naik, Keuntungan Mulai Menipis

Di tengah meningkatnya permintaan, para pembudidaya menghadapi persoalan baru berupa naiknya harga pakan pabrikan.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah di Diwek Jombang, Solusi Pemerintah Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Akhir Tahun

“Beberapa bulan terakhir harga pakan naik sekitar Rp250 per kilogram. Belum sampai rugi, tapi margin keuntungan mulai menipis,” ucap Heri.

Kenaikan harga pakan dinilai menjadi tantangan serius karena pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Kondisi ini membuat petani harus mencari cara agar usaha tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas hasil panen.

Distribusi Juga Kena Imbas

Tidak hanya menghadapi kenaikan pakan, petani juga merasakan dampak meningkatnya biaya distribusi akibat persoalan ketersediaan BBM subsidi.

“Kalau biosolar ada ya pakai itu. Tapi kalau kosong, terpaksa harus beli BBM non-subsidi, otomatis ongkos distribusi ikut naik,” keluh Heri.

Kondisi tersebut membuat beban operasional petani bertambah meskipun pasar sedang mengalami pertumbuhan.

Baca Juga :  Bayar PBB di Jombang Kini Lebih Mudah Lewat Kanal Digital

Petani Siapkan Strategi Bertahan

Menghadapi situasi tersebut, para anggota Pekantara mulai mengembangkan pakan alternatif secara mandiri agar tidak terlalu bergantung pada pakan pabrikan yang harganya terus meningkat.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Heri tetap optimistis sektor budidaya ikan air tawar di Jombang akan terus bertahan.

“Selama air masih ada dan pembudidaya tetap beraktivitas, usaha ini akan terus jalan. Kuncinya efisiensi dan kolaborasi,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Petani Padi Dapat Kabar Baik! Pemkab Jombang Gelontorkan Rp1,2 Miliar untuk Pupuk Organik Cair
Belum Punya Gedung Sendiri, KDMP Senggreng Malang Bikin Kejutan! Omzet Tembus Rp20 Juta
Rupiah Tembus Rp17.646 per Dolar! Kadin Jatim Desak Pemerintah Geser Anggaran Demi Cegah Gelombang PHK
Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terkait

Friday, 22 May 2026 - 19:54 WIB

Permintaan Lele Meledak Gara-gara MBG, Petani Jombang Malah Terjepit Biaya Pakan

Friday, 22 May 2026 - 16:50 WIB

Petani Padi Dapat Kabar Baik! Pemkab Jombang Gelontorkan Rp1,2 Miliar untuk Pupuk Organik Cair

Friday, 22 May 2026 - 14:38 WIB

Belum Punya Gedung Sendiri, KDMP Senggreng Malang Bikin Kejutan! Omzet Tembus Rp20 Juta

Friday, 22 May 2026 - 14:35 WIB

Rupiah Tembus Rp17.646 per Dolar! Kadin Jatim Desak Pemerintah Geser Anggaran Demi Cegah Gelombang PHK

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB