Usai Lebaran, Harga Cabai Rawit di Sumenep Anjlok Tajam hingga Rp70 Ribu per Kilogram

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 8 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Disebutkan, pasca perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, harga cabai rawit di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami penurunan signifikan.

Sebelumnya, harga komoditas ini sempat melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp200 ribu per kilogram.

Namun, berdasarkan pantauan terbaru di pasar tradisional Anom Baru pada Selasa (8/4/2025), harga cabai rawit kini turun menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Penurunan harga cabai rawit ini mulai terlihat sejak tiga hari setelah lebaran.

Beberapa pedagang di pasar setempat mengonfirmasi bahwa harga cabai rawit perlahan mulai stabil dan cenderung turun.

Misna, salah satu pedagang cabai di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa lonjakan harga yang terjadi saat lebaran disebabkan oleh ketidakseimbangan antara ketersediaan stok dan tingginya permintaan masyarakat.

Baca Juga :  Ponorogo Targetkan Belanja Pegawai Turun, Rekrutmen ASN Terancam Dihentikan Sementara

Ia menjelaskan bahwa selama momen Idul Fitri, permintaan terhadap cabai rawit meningkat tajam, sementara pasokan yang tersedia di pasar sangat terbatas.

Hal ini menyebabkan harga cabai melambung tinggi dalam waktu singkat.

Namun, setelah masa lebaran usai, kondisi mulai berangsur normal seiring meningkatnya jumlah stok cabai di kalangan pedagang.

Misna juga memperkirakan bahwa tren penurunan harga ini masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Menurutnya, semakin banyak pedagang yang memiliki stok melimpah, semakin besar kemungkinan harga akan kembali mendekati harga normal.

Tak hanya cabai rawit, komoditas dapur lainnya seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan harga di pasar tradisional Anom Baru.

Baca Juga :  Inflasi Kota Madiun September 2025 Capai 0,03 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Daging Ayam dan Cabai

Bawang merah asal Jawa yang sebelumnya dijual seharga Rp42 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp38 ribu per kilogram.

Sementara itu, bawang merah impor dari India yang sebelumnya dibanderol Rp24 ribu per kilogram, kini dijual seharga Rp20 ribu per kilogram.

Penurunan harga ini tentunya menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada bahan-bahan pokok tersebut.

Kondisi ini juga mencerminkan mulai pulihnya pasokan pangan pasca lonjakan harga yang biasa terjadi saat hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.

Dari sisi distribusi, peningkatan ketersediaan barang di pasar kemungkinan besar dipengaruhi oleh kelancaran pasokan dari sentra produksi ke daerah konsumen, seperti Sumenep.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Staff Logistik Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Sumenep Tahun 2025

Selain itu, aktivitas perdagangan yang kembali normal setelah libur panjang juga turut mendukung penurunan harga bahan pokok.

Dengan tren penurunan harga ini, diharapkan daya beli masyarakat kembali meningkat dan inflasi pangan yang sempat melonjak selama Ramadan dan Idul Fitri dapat ditekan.

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan terus melakukan pemantauan agar stabilitas harga tetap terjaga.

Turunnya harga cabai rawit dan bahan dapur lainnya di Sumenep menjadi indikator penting bahwa pasar mulai kembali stabil.

Hal ini memberikan harapan bagi masyarakat bahwa harga kebutuhan pokok akan tetap terkendali, khususnya menjelang masa panen dan distribusi yang lebih lancar dalam waktu dekat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru