Polres Sumenep Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program Pekarangan Pangan Lestari

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 26 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta program makan bergizi gratis, Polres Sumenep menginisiasi pengecekan terhadap program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dikembangkan di lingkungan Mako Polres Sumenep.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, didampingi oleh Wakapolres Sumenep, Kompol Masyhur Ade, beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Sumenep dan Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep.

Kapolres Sumenep menjelaskan bahwa program P2L menjadi strategi penting dalam memastikan ketersediaan pangan sehat bagi masyarakat.

Dengan konsep yang berkelanjutan dan berbasis komunitas, program ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan agar mampu menghasilkan bahan pangan berkualitas tinggi dan bergizi.

Baca Juga :  Pemkab Sampang Gencarkan Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Lokal

Menurut AKBP Henri Noveri Santoso, Polres Sumenep berkomitmen penuh dalam mendukung program tersebut, karena dinilai sebagai solusi konkret dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Sumenep.

Ia juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan inisiatif makan bergizi gratis yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah.

Dengan demikian, keberadaan P2L diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan sehat.

Lebih lanjut, program P2L memiliki fokus utama pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan agar lebih produktif sebagai sumber pangan.

Dengan adanya bimbingan dari pemerintah serta dukungan dari berbagai pihak terkait, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkesinambungan.

Baca Juga :  Kolaborasi Pembatik Sampang dan Griya Batik Heny: Strategi Inovasi Batik Tulis Hadapi Era Digital

Keberadaan program ini juga dianggap dapat mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pola makan sehat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan lokal.

Polres Sumenep berharap bahwa P2L dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan sistem pertanian berbasis komunitas yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Kapolres Sumenep juga mengungkapkan harapannya agar program ini tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi dapat terus berkembang dan diperluas cakupannya.

Ia menilai bahwa keterlibatan masyarakat secara luas dalam program ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan P2L di Sumenep.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Genjot Pembentukan 334 Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa dan Kepulauan

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program Pekarangan Pangan Lestari yang dijalankan oleh Polres Sumenep dapat memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Jika program ini berhasil diterapkan secara optimal, maka dampak positifnya akan dirasakan tidak hanya oleh masyarakat Sumenep, tetapi juga bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis komunitas.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Blitar Dorong “Bersih-Bersih” Kredit Macet BPR Penataran, Langkah Tegas di RUPS 2026 Jadi Sorotan
Khofifah Ungkap 80 Persen Stok Minyakita Kosong di Pasar Jatim, Alarm Serius Jelang Ramadan
Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Khofifah Wanti-Wanti Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran
Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026
Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat
Jelang Lebaran 2026, Disnakertrans Jatim Turunkan 54 Posko THR dan Siaga Cegah PHK
Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH
PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Berita Terkait

Friday, 27 February 2026 - 18:55 WIB

Bupati Blitar Dorong “Bersih-Bersih” Kredit Macet BPR Penataran, Langkah Tegas di RUPS 2026 Jadi Sorotan

Friday, 27 February 2026 - 18:53 WIB

Khofifah Ungkap 80 Persen Stok Minyakita Kosong di Pasar Jatim, Alarm Serius Jelang Ramadan

Friday, 27 February 2026 - 18:48 WIB

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Khofifah Wanti-Wanti Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran

Wednesday, 25 February 2026 - 18:45 WIB

Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026

Wednesday, 25 February 2026 - 18:41 WIB

Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat

Berita Terbaru