Pemkab Sumenep Genjot Pembentukan 334 Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa dan Kepulauan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 20 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menunjukkan keseriusannya dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas dengan memfasilitasi pendirian Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan, termasuk wilayah daratan dan kepulauan.

Upaya ini menyasar total 334 titik yang tersebar di wilayah administratif Sumenep.

Langkah strategis ini dipimpin oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep yang secara aktif menerjunkan tujuh tim pendamping setiap harinya ke tujuh desa atau kelurahan berbeda.

Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, pada Selasa (20/05/2025), menyampaikan bahwa sistem rotasi tim dilakukan untuk memastikan seluruh proses pendirian koperasi berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Menentukan Harga Jual: Panduan Praktis untuk UMKM

Proses pembentukan koperasi Merah Putih ini dimulai sejak 5 Mei 2025, dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 4 Juli 2025.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan, Pemkab Sumenep telah menjadwalkan peluncuran resmi koperasi-koperasi tersebut pada 12 Juli 2025, yang sekaligus akan menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional.

Anwar juga mengungkapkan bahwa progres pendirian koperasi sejauh ini menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pihaknya menetapkan target pembentukan tujuh koperasi setiap hari, dan hingga kini, proses tersebut berjalan sesuai rencana.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya bagi masyarakat desa dan wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Pembinaan dan pendampingan dalam pembentukan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi tanggung jawab DPMD, tetapi juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah di Ponorogo: Stok Bahan Pokok Melimpah, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian-Perdagangan, serta Dinas Perikanan.

Sinergi lintas sektor ini ditujukan untuk menciptakan koperasi yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga berkelanjutan dari sisi usaha dan pemberdayaan anggota.

Dalam praktiknya, tim pendamping tidak hanya membantu membentuk struktur organisasi koperasi, tetapi juga berperan aktif dalam menyusun rencana usaha yang relevan dengan potensi desa masing-masing.

Fokus usaha koperasi diarahkan pada sektor-sektor strategis yang menjadi kekuatan ekonomi lokal, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.

Strategi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan mandiri.

Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi motor penggerak utama perekonomian desa, sekaligus menjadi wadah kolektif bagi masyarakat untuk mengelola potensi lokal secara profesional.

Baca Juga :  Bisnis Ayam Geprek Rumahan: Peluang Cuan Besar dari Dapur Sendiri

Melalui program ini, Pemkab Sumenep juga berupaya meningkatkan kapasitas dan literasi ekonomi masyarakat desa.

Diharapkan, pendirian koperasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong,

solidaritas, serta kemandirian ekonomi di seluruh pelosok wilayah, termasuk daerah kepulauan yang selama ini kerap tertinggal dalam pembangunan.

Dengan pembentukan koperasi yang terstruktur dan berbasis potensi lokal, Pemkab Sumenep optimistis mampu menciptakan perubahan nyata dalam pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru