Disnaker Sumenep Akui Belum Terima Juknis Program Magang Nasional 2025 dari Pemerintah Pusat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 20 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima surat resmi, sosialisasi, ataupun petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan Program Magang Nasional 2025.

Kepala Disnaker Sumenep, Heru Santoso, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif langsung dari pemerintah pusat.

Namun, hingga saat ini, belum ada arahan formal yang diterima oleh Disnaker di tingkat daerah.

Heru mengungkapkan bahwa informasi terkait program ini baru sebatas beredar melalui berbagai kanal komunikasi informal, seperti media sosial dan grup percakapan antar Disnaker di Indonesia.

“Kami baru mengetahui adanya program ini dari media sosial. Belum ada surat resmi atau sosialisasi langsung dari pusat,” ujarnya pada Senin (20/10/2025).

Baca Juga :  Program Magang Nasional 2025: Syarat, Gaji, Kuota, dan Jadwal Pendaftaran

Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa pihaknya belum memahami secara detail mekanisme dan teknis pelaksanaan program magang tersebut.

Ia khawatir apabila Disnaker memberikan penjelasan ke publik tanpa dasar resmi, justru dapat menimbulkan kesalahpahaman.

“Kalau kami ditanya masyarakat, terus terang kami belum bisa menjelaskan secara rinci. Kami khawatir informasi yang kami sampaikan salah karena belum ada pedoman resmi,” jelasnya.

Menurut Heru, koordinasi formal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi hal penting agar pelaksanaan kebijakan nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.

Tanpa adanya komunikasi yang jelas, kebijakan pusat kerap menimbulkan kebingungan di daerah.

“Harapan kami, ada komunikasi resmi dan jelas. Supaya masyarakat juga paham bahwa tidak semua program pusat otomatis diketahui oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Strategi Bisnis Keluarga: Kisah Sukses Roti Gemoy di Sumenep

Program Magang Nasional merupakan salah satu kebijakan baru dari pemerintah pusat yang dirancang untuk membantu lulusan baru perguruan tinggi mendapatkan pengalaman kerja di dunia industri.

Program ini menyasar lulusan Diploma (D1–D4) serta Sarjana (S1) dari berbagai bidang studi, dengan masa kelulusan maksimal satu tahun terakhir.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus mengurangi angka pengangguran terbuka di kalangan generasi muda.

Melalui magang terstruktur, peserta diharapkan bisa memperoleh keahlian praktis yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Namun, karena juknis dan petunjuk pelaksanaannya belum diterima oleh banyak daerah, termasuk Kabupaten Sumenep, implementasi program ini belum dapat dimulai secara menyeluruh.

Baca Juga :  Musim Hajatan Picu Kenaikan Harga Bumbu Dapur di Sumenep: Bawang hingga Cabai Naik Drastis

Meskipun belum menerima juknis resmi, Disnaker Sumenep menyatakan kesiapannya untuk menjalankan program tersebut apabila sudah ada arahan dan pedoman yang jelas dari pemerintah pusat.

Heru menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan lulusan baru, begitu juknis diterima.

“Kami siap mendukung dan melaksanakan program pusat ini, tapi tentu harus ada panduan yang jelas terlebih dahulu,” katanya.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari Disnaker maupun pemerintah pusat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait syarat, waktu pendaftaran, maupun mekanisme pelaksanaan program magang tersebut.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru