Keberkahan Lebaran: Meningkatnya Permintaan Lontong di Bondowoso

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 2 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Lebaran selalu menjadi momen yang penuh berkah bagi banyak orang, termasuk para penjual lontong di Kabupaten Bondowoso.

Selama perayaan ini, permintaan terhadap lontong meningkat tajam, membuat para pedagang merasakan lonjakan keuntungan yang signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Fenomena ini terlihat dari pesanan lontong yang mencapai ratusan buah dalam satu waktu.

Salah satu pedagang yang merasakan berkah tersebut adalah Sukarni, warga Kelurahan Kademangan.

Ia menerima pesanan dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan mencapai 500 lontong.

Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan penjualannya di hari biasa.

Sukarni menjelaskan bahwa proses pembuatan lontong sudah dimulai sejak malam sebelum Lebaran.

Baca Juga :  Peluang Usaha di Desa yang Menguntungkan dan Potensial Jangka Panjang

Ia harus bekerja dari tengah malam agar pada siang harinya lontong sudah matang dan siap diambil oleh pemesan.

Tahun ini, ia merasakan peningkatan pesanan yang cukup signifikan, terutama karena banyak pemudik yang kembali ke Bondowoso untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Salah satu pesanan terbesar yang ia terima berasal dari Pasuruan, yang memesan hingga 300 lontong.

Selain itu, sebagian besar pemesan lainnya adalah kerabat dan tetangga yang setiap tahun selalu membeli lontong darinya.

Meskipun dalam tradisi Lebaran ketupat lebih sering dikaitkan dengan perayaan, bagi Sukarni, lontong dianggap lebih praktis dan mudah disiapkan.

Selain kemudahan dalam pembuatannya, faktor lain yang membuat lontong tetap diminati adalah ketersediaan bahan baku, seperti daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus.

Baca Juga :  Strategi Efektif UMKM dalam Memenuhi Kewajiban Keuangan Secara Tepat Waktu

Menurut Sukarni, daun pisang mudah didapat dengan harga yang terjangkau, sehingga lontong menjadi pilihan makanan yang ekonomis bagi masyarakat.

Di pasarnya, lontong dijual dengan harga Rp 2.500 per buah.

Tidak hanya saat Lebaran, Sukarni tetap memproduksi lontong untuk dijual dalam kesehariannya.

Namun, ia mengakui bahwa permintaan meningkat drastis selama Lebaran kali ini, terutama berkat promosi yang dilakukan melalui media sosial oleh anaknya.

Dengan adanya pemasaran digital, banyak orang yang semakin mengenal dan tertarik untuk membeli lontong darinya.

Lontong sendiri memiliki peran penting dalam tradisi masyarakat Bondowoso, terutama dalam perayaan Telasan Lontong.

Tradisi ini biasanya diselenggarakan pada hari ketujuh setelah Lebaran dan menjadi momen kebersamaan bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Produksi Cengkeh di Songgon Banyuwangi Terus Anjlok: Petani Keluhkan Dampak Iklim yang Tak Lagi Bisa Diprediksi

Namun, sejak sebelum Lebaran, banyak orang sudah mulai memesan lontong untuk disajikan pada hari pertama perayaan.

Telasan Lontong bukan hanya sekadar tradisi makan bersama, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam.

Tradisi ini melambangkan kebersamaan, semangat berbagi, serta pelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Bondowoso.

Dengan terus meningkatnya permintaan lontong setiap tahunnya, tradisi ini pun semakin kuat dan tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran di daerah tersebut.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Saturday, 25 April 2026 - 10:05 WIB

Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat

Berita Terbaru