Bondowoso Republik Kopi: Potensi Lahan dan Keistimewaan Kopi di Bawah Tegakan Hutan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 2 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, semakin mantap meneguhkan identitasnya sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.

Sejak tahun 2016, pemerintah daerah telah menetapkan julukan “Bondowoso Republik Kopi” (BRK) sebagai bentuk komitmen dalam memajukan sektor perkebunan kopi, khususnya jenis arabika yang tumbuh subur di kawasan pegunungan Ijen dan Raung.

Menurut catatan data terbaru, luas lahan yang berpotensi untuk bisa dijadikan tempat budidaya kopi di Bondowoso mencapai sekitar 40 ribu hektare dari total lahan seluas 90 ribu hektare.

Namun, dari angka tersebut, baru sekitar 10 ribu hektare lahan kopi yang tercatat dan dilaporkan secara resmi.

Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak potensi lahan yang belum tergarap secara optimal, dan membuka peluang besar untuk pengembangan sektor kopi di masa depan.

Baca Juga :  Komitmen Putus Rantai Kemiskinan, Khofifah Serahkan Bantuan Sosial Rp 1,6 Miliar di Pasuruan

Menariknya, hampir 99 persen tanaman kopi di Bondowoso tumbuh di kawasan hutan, bukan di lahan terbuka atau perkebunan biasa.

Justru, kopi yang tumbuh di bawah tegakan pepohonan hutan inilah yang dinilai memiliki kualitas kopi yang jauh lebih unggul.

Karakteristik mikroklimat yang terbentuk di bawah naungan pohon-pohon besar memberikan kondisi pertumbuhan yang ideal bagi tanaman kopi, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan aroma yang lebih kompleks.

Kondisi geografis Bondowoso yang berada di ketinggian dengan tanah vulkanik subur dari gunung Ijen dan Raung menjadi salah satu faktor utama yang mendukung tumbuhnya kopi arabika unggulan.

Oleh karena itu, kawasan ini telah dikenal luas sebagai produsen kopi dengan kualitas ekspor.

Baca Juga :  Peran Strategis UMKM dalam Menyerap Tenaga Kerja Lokal

Beberapa petani dan kelompok tani kopi di Bondowoso telah mengelola produk mereka dengan baik, bahkan hingga memasuki pasar global.

Kopi Bondowoso yang telah dikenal dengan nama Java Ijen-Raung Coffee saat ini telah mengantongi sertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Sertifikasi ini merupakan pengakuan resmi yang menunjukkan bahwa kopi tersebut berasal dari wilayah geografis tertentu dan memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh produk serupa dari daerah lain.

Indikasi Geografis tidak hanya menambah nilai jual, tetapi juga menjadi jaminan mutu dan keaslian produk kopi Bondowoso di mata konsumen.

Dengan keberadaan sertifikasi IG, maka kopi asal Bondowoso memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Baca Juga :  5 Aplikasi untuk Membuat Absensi Online, Cocok untuk Pelaku UMKM dan Pengusaha Profesional

Sertifikasi ini juga mendorong para petani untuk menjaga kualitas produksi dan mempertahankan metode budidaya ramah lingkungan, terutama di kawasan hutan yang menjadi lokasi utama penanaman.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun terus mendukung pengembangan kopi lokal melalui berbagai program pelatihan, pendampingan petani, dan promosi produk.

Diharapkan, ke depan, luasan lahan yang sudah dipetakan potensinya dapat dimaksimalkan, sehingga produksi kopi di Bondowoso dapat meningkat secara signifikan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Berita Terbaru