Harga Cabai di Pasar Induk Pare Kediri Stabil, Pengiriman ke Kalimantan Masih Libur

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri merilis laporan harga komoditas cabai di Pasar Induk Pare pada Sabtu, 27 September 2025.

Berdasarkan data tersebut, harga aneka cabai tercatat masih stabil meskipun pengiriman ke Kalimantan sementara waktu libur.

Untuk komoditas Cabai Merah Besar (CMB), varietas Gada MK dipasarkan seharga Rp40.000 per kilogram.

Varietas Imola dijual Rp38.000 per kilogram, sementara varietas Sandi 08 tercatat Rp37.000 per kilogram.

Stabilitas harga juga terlihat pada Cabai Merah Keriting (CMK), di mana varietas Boos Tavi berada di angka Rp38.000 per kilogram dan varietas Sibad sebesar Rp36.000 per kilogram.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menegaskan bahwa harga cabai merah besar, keriting, maupun rawit merah tidak mengalami perubahan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Aspirasi Petani Kediri Soal Serap Gabah Petani oleh Bulog

Pasokan juga masih normal meski ada penundaan distribusi ke Kalimantan.

Selain cabai merah besar dan keriting, Cabai Rawit Merah (CRM) juga menunjukkan kestabilan harga.

Varietas Brengos 99 dijual Rp29.000 per kilogram, varietas Asmoro 043 berada di angka Rp27.000 per kilogram, sedangkan varietas Prentol atau Tumi 99 lebih terjangkau dengan harga Rp22.000 per kilogram.

Meski pengiriman ke Kalimantan libur, harga tetap terkendali karena distribusi cabai ke wilayah lain masih berjalan normal.

Hal ini menjadi kabar baik bagi konsumen maupun petani, karena keseimbangan antara pasokan dan permintaan tetap terjaga.

Walaupun distribusi ke Kalimantan ditunda, pengiriman cabai dari Pasar Induk Pare tetap berjalan ke wilayah Jabodetabek dan industri pengolahan.

Data mencatat, cabai keriting dikirim sebanyak 0,5 ton, sementara cabai rawit merah mencapai 1,5 ton.

Baca Juga :  Emas Makin Cemerlang: Perang Dagang AS-China Dorong Harga Naik

Untuk kebutuhan industri, serapan cabai lebih besar, yakni cabai merah besar 3 ton, cabai keriting 0,5 ton, serta cabai rawit merah sebanyak 3 ton.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar cabai di Kediri tetap produktif dalam memenuhi permintaan konsumen di luar daerah.

Liburnya pengiriman ke Kalimantan tidak berpengaruh besar terhadap ketersediaan maupun harga di tingkat lokal.

Pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Pare cukup berlimpah dengan kontribusi dari berbagai wilayah sentra.

Cabai merah besar didatangkan dari Kediri, Jember, Malang, dan Probolinggo dengan total 6 ton.

Untuk cabai merah keriting, pasokan berasal dari Kediri dan Jember dengan jumlah 1,6 ton.

Sementara cabai rawit merah banyak disuplai dari Kediri, Malang, dan Jombang dengan total pasokan mencapai 12 ton.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Melaporkan Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran Melalui Aplikasi Cek Bansos 2025

Ketersediaan pasokan dari berbagai daerah ini menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas harga.

Dengan rantai distribusi yang lancar dan pasokan memadai, gejolak harga dapat dicegah meskipun terjadi perubahan jadwal pengiriman ke beberapa wilayah.

Berdasarkan laporan APCI Kabupaten Kediri, harga aneka cabai di Pasar Induk Pare hingga akhir September 2025 masih stabil di tengah liburnya pengiriman ke Kalimantan.

Distribusi ke Jabodetabek dan kebutuhan industri tetap berjalan, dengan pasokan yang cukup dari berbagai daerah.

Stabilitas harga cabai ini menjadi indikator positif bahwa keseimbangan pasar masih terjaga.

Selama pasokan tetap lancar, harga cabai di Kediri dan wilayah distribusi diperkirakan tidak akan mengalami lonjakan signifikan dalam waktu dekat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru