KPPN Surabaya II Dorong Percepatan Penyerapan Anggaran Menjelang Akhir Tahun 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 10 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2025, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya II menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (EPA) sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan memastikan optimalisasi serapan anggaran di wilayah kerjanya.

Dalam kegiatan tersebut, KPPN menyoroti capaian penyaluran dana yang hingga triwulan ketiga telah menunjukkan progres positif.

Berdasarkan data terakhir, dana yang telah tersalurkan mencapai Rp11,05 triliun, dengan penyaluran Dana Insentif Fiskal (DIF) bahkan telah mencapai 100 persen.

Meskipun demikian, KPPN mengingatkan masih ada sektor yang perlu perhatian khusus, terutama Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, yang realisasinya masih memerlukan percepatan.

KPPN Surabaya II menilai bahwa percepatan realisasi DAK Fisik sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah (Pemda) dalam menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi syarat penyaluran (salur) sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Alasan Nama Dicoret dari Daftar Penerima PKD DKI Jakarta, Ini Penjelasan Lengkapnya

Dalam rapat EPA tersebut disampaikan bahwa masih terdapat beberapa pemerintah daerah yang belum menuntaskan penyusunan dokumen pendukung,

sehingga proses penyaluran dana dari pemerintah pusat ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) belum bisa dilakukan secara maksimal.

KPPN mengimbau agar Pemda segera melakukan langkah percepatan agar dana tersebut dapat segera disalurkan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

Kegiatan EPA tidak hanya berfokus pada penyerapan dana, tetapi juga menjadi wadah koordinasi antara KPPN dan satuan kerja (satker) untuk menghadapi dinamika akhir tahun anggaran.

Kepala KPPN Surabaya II, Marno, dalam arahannya menegaskan pentingnya seluruh petugas satker memahami secara mendalam ketentuan dalam langkah-langkah akhir tahun anggaran 2025.

Baca Juga :  7 Peluang Usaha Kekinian di Surabaya yang Cocok untuk Pemula dan Modal Terjangkau

Hal ini mencakup batas waktu pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM), penyelesaian tagihan, serta rekonsiliasi data keuangan agar tidak terjadi keterlambatan pelaporan.

Marno juga mengingatkan agar setiap satuan kerja segera menuntaskan pagu minus dan memastikan seluruh transaksi keuangan tercatat dengan benar dalam sistem.

Hal ini dianggap penting agar laporan keuangan (LK) tahun 2025 dapat tersusun tepat waktu dan sesuai standar akuntabilitas yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.

Sebagai penutup kegiatan EPA, Marno mengajak seluruh satuan kerja dan pemerintah daerah untuk mempercepat penyerapan anggaran, terutama pada triwulan akhir tahun 2025.

Menurutnya, percepatan tersebut bukan hanya untuk memenuhi target administrasi, tetapi agar manfaat dari APBN benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai bahwa percepatan realisasi anggaran akan memberikan dampak signifikan terhadap roda ekonomi daerah, baik melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, maupun pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Beras Oplosan, Warga Diminta Aktif Melapor

KPPN Surabaya II berkomitmen untuk terus mendampingi setiap satker dan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pengelolaan anggaran.

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan kerja, diharapkan penyerapan anggaran tahun 2025 dapat mencapai hasil optimal dan menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan APBN 2026 mendatang.

Kegiatan EPA yang diselenggarakan KPPN Surabaya II menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui percepatan penyaluran DAK Fisik, penyelesaian pagu minus, dan kepatuhan terhadap regulasi akhir tahun,

diharapkan seluruh proses anggaran dapat berjalan efisien, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru