Pemerintah Tetapkan Empat Klaster KUR 2025, Fokus pada Perumahan dan Penguatan UMKM

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah resmi mengumumkan pembagian skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 ke dalam empat klaster utama sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor ekonomi produktif.

Langkah ini menjadi upaya untuk memperluas akses pembiayaan, mendorong kemandirian usaha, serta memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri UMKM Maman Abdurrachman menjelaskan bahwa empat klaster tersebut mencakup KUR UMKM, KUR Perumahan, KUR Pekerja Migran, dan KUR Padat Karya.

Pembagian ini dinilai menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif.

Menurut Maman, sektor UMKM masih menjadi fokus utama dengan alokasi anggaran mencapai Rp280 triliun, mengingat kontribusinya yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Baca Juga :  Resmi: Kenaikan Gaji PNS 2025 Berlaku Mulai Oktober, Berikut Rinciannya dan Dampaknya bagi ASN

Sementara itu, KUR Perumahan memperoleh porsi Rp130 triliun untuk mendukung program kepemilikan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Skema KUR tahun 2025 kami desain agar lebih terarah. Tidak hanya untuk memperkuat sektor usaha mikro dan kecil, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar seperti tempat tinggal dan lapangan kerja produktif,” ungkap Maman dalam keterangan resminya, Jumat (1/11/2025).

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan setiap klaster KUR berjalan dengan prinsip tepat sasaran dan berkelanjutan.

Untuk itu, kementerian terus memperkuat koordinasi dengan perbankan nasional, lembaga penyalur, serta pemerintah daerah agar proses penyaluran lebih cepat dan transparan.

Dalam pembagian klaster tersebut, KUR Pekerja Migran difokuskan untuk membantu calon tenaga kerja Indonesia (TKI) dalam memenuhi kebutuhan biaya keberangkatan, pelatihan, hingga perlindungan selama bekerja di luar negeri.

Baca Juga :  UMKM Malang Raya Didorong Naik Kelas: Penguatan Ekosistem dari Hulu ke Hilir Jadi Fokus Utama

Sementara KUR Padat Karya diarahkan untuk proyek-proyek produktif berbasis masyarakat seperti pertanian, perikanan, infrastruktur pedesaan, dan usaha kecil berbasis komunitas.

Kementerian juga menegaskan bahwa kebijakan baru ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga mendorong transformasi digital bagi UMKM.

Pemerintah berencana memanfaatkan sistem Digital KUR Monitoring untuk memastikan seluruh proses kredit dapat dipantau secara real-time dan akuntabel.

“Kami ingin KUR menjadi program pembiayaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan digitalisasi, proses pengajuan hingga pencairan bisa lebih cepat, efisien, dan minim kendala administratif,” tambah Maman.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan adanya peningkatan jumlah debitur baru di sektor produktif, terutama di bidang pertanian, industri kecil, serta jasa kreatif.

Baca Juga :  Wali Kota Pasuruan Buka Gerakan Pangan Murah, Solusi Stabilkan Harga dan Pasokan Bahan Pokok

Melalui empat klaster tersebut, KUR diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka kemiskinan.

Ekonom nasional menilai strategi pembagian KUR ini menjadi langkah strategis di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Dengan dukungan pembiayaan yang terarah, sektor mikro dan masyarakat pekerja berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembagian klaster KUR ini mencerminkan pendekatan yang lebih inklusif. Pemerintah tidak hanya fokus pada dunia usaha, tetapi juga pada kesejahteraan sosial melalui akses perumahan dan pekerjaan produktif,” kata Maman menegaskan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

Berita Terkait

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru