Pemkot Surabaya dan Bakorwil III Malang Gelar Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kota  Surabaya bekerja sama dengan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang menggelar Pasar Murah di Gedung Serbaguna, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, pada Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari hingga Rabu (12/11/2025) dengan tujuan utama menekan inflasi daerah serta menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Tahun Baru 2026.

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah menjadi salah satu bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan dan daya beli warga.

Menurutnya, harga bahan pangan yang dijual telah mendapatkan intervensi langsung dari pemerintah agar lebih terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

Asep menuturkan bahwa sejumlah komoditas utama yang disediakan merupakan bahan pokok yang sering memicu inflasi, seperti beras, gula, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam ras.

Baca Juga :  Jumlah Penerima PKH di Situbondo Berkurang, Ribuan Keluarga Berhasil Mandiri

Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan agar harga di Pasar Murah jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran. “Langkah ini diambil agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya meskipun harga di pasaran sedang berfluktuasi,” ujarnya.

Selain menghadirkan berbagai komoditas pangan, kegiatan ini juga bekerja sama dengan Bank Jatim serta menyediakan doorprize menarik berupa body bag untuk para pengunjung yang berbelanja.

Asep berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga Tanah Kali Kedinding, khususnya bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini.

Ia menjelaskan bahwa lokasi pelaksanaan di Tanah Kali Kedinding dipilih karena kawasan tersebut padat penduduk dan belum pernah menjadi titik penyelenggaraan pasar murah sebelumnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Brand: Strategi Jitu Menembus Pasar Baru dengan Kreativitas

“Dengan kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan manfaat stabilisasi harga, terutama di wilayah padat yang rawan terdampak inflasi,” jelasnya.

Febrina juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan pasar murah turut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah sekitar.

Tujuannya tidak hanya menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.

Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat membantu menekan kenaikan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya yang belakangan cenderung naik di pasaran.

Adapun daftar harga bahan pokok yang dijual di Pasar Murah Surabaya ini jauh lebih murah dari harga eceran umum, antara lain:

Baca Juga :  Panduan Mudah Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) untuk Pemula UMKM

Beras SPHP 5 kg dijual Rp55.000

Beras Premium Jatim Cetar 5 kg seharga Rp73.000

Telur ayam ras per pack Rp24.000

Gula pasir 1 kg Rp16.000

Minyak goreng 1 liter Rp15.000

Tepung terigu 1 kg Rp10.000

Bawang putih 250 gram Rp7.000

Bawang merah 250 gram Rp8.000

Kecap manis Rp7.000

Harga yang lebih terjangkau ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa membebani pengeluaran rumah tangga.

Pemerintah juga menargetkan kegiatan serupa bisa digelar secara rutin di berbagai titik lain di Surabaya untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang pergantian tahun.

Melalui inisiatif kolaboratif ini, Pemkot Surabaya dan Bakorwil III Malang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga, serta kesejahteraan warga di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

Berita Terkait

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru