Petani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tengah menikmati hasil panen yang manis secara finansial dari budidaya golden melon, varietas melon berkulit kuning dengan daging buah yang dikenal manis dan menarik minat pasar lokal.
Produk ini kini menjadi sumber pendapatan signifikan bagi petani setempat karena permintaan terus meningkat di pasar tradisional maupun modern.
Menurut salah satu petani, Rojali, omzet dari panen golden melon dalam satu musim bisa mencapai belasan juta rupiah per hektare, tergantung kualitas buah dan harga pasar saat panen tiba.
“Kalau harga golden melon lagi bagus, omzetnya bisa lumayan dan memberikan peluang ekonomi penting bagi keluarga petani,” ujar Rojali saat ditemui di kebun melon miliknya.
Golden melon sendiri memiliki daya tarik tinggi karena kualitas rasa yang manis, tekstur segar, dan tampilan buah yang menarik, sehingga banyak pembeli yang mencari buah ini untuk konsumsi musim panas atau sebagai buah unggulan di toko buah.
Para pedagang menyebut permintaan buah melon ini meningkat terutama saat musim panen tiba, menjadikannya komoditas yang cukup menjanjikan untuk petani buah di daerah.
Budidaya golden melon di Lumajang juga berkembang seiring meningkatnya pengetahuan petani tentang teknik tanam yang optimal, termasuk penggunaan pupuk yang tepat, pengaturan irigasi yang baik, serta pemilihan bibit berkualitas.
Pendekatan ini membantu para petani mempertahankan produktivitas tanaman dan kualitas buah agar sesuai dengan permintaan konsumen.
Selain itu, beberapa pedagang buah di pasar tradisional juga menyatakan bahwa golden melon kini menjadi salah satu primadona di pasaran karena paduan rasa manis dan kemasan buah yang menarik, sehingga penjualannya relatif cepat habis dibanding beberapa buah lain.
Hal ini turut mendorong petani untuk menambah luas lahan tanam dan meningkatkan produksi demi memenuhi kebutuhan pasar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa selain komoditas utama seperti padi atau jagung, budidaya buah tropis seperti golden melon bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan dan memberikan peluang pengembangan pertanian alternatif di Kabupaten Lumajang.











