Luncurkan 186 Koperasi Merah Putih, Sampang Siap Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 17 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) semakin serius mempersiapkan peresmian Koperasi Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung secara serentak pada Kamis, 17 Juli 2025.

Berdasarkan data tercatat, sampai saat ini, total 180 desa dan 6 kelurahan sudah menyelesaikan seluruh proses pembentukan koperasi, termasuk di dalamnya kelengkapan legalitas sebagai syarat operasional.

Acara peluncuran rencananya akan dipusatkan di Pendopo Bupati Sampang dan menjadi langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan yang bersumber dari potensi unggulan lokal.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskopindag Sampang, Evi Hariati, menegaskan Koperasi Merah Putih bukan hanya seremoni simbolis.

Ia menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai upaya konkret untuk menguatkan basis ekonomi masyarakat desa yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Business Plan: Strategi Ampuh untuk Meminimalkan Risiko Kegagalan Bisnis

Evi memaparkan bahwa setiap koperasi akan difokuskan pada sektor produktif yang relevan dengan karakteristik desanya.

Contohnya, desa dengan dominasi lahan pertanian akan mengelola usaha koperasi berbasis produksi hasil tani, sedangkan wilayah pesisir akan fokus pada sektor perikanan.

Selain itu, bidang peternakan, perdagangan, dan kerajinan rakyat juga menjadi prioritas pengembangan unit usaha koperasi.

Ia menekankan pemerintah tidak ingin koperasi yang dibentuk hanya tercatat di dokumen tanpa aktivitas ekonomi nyata.

Menurutnya, koperasi yang sehat harus mampu menggerakkan ekonomi desa secara langsung dan memberikan manfaat riil bagi anggotanya.

Evi juga menjelaskan bahwa peluncuran ini sebenarnya menjadi tahap awal dari perjalanan panjang membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Dorong Pertanian Organik: Solusi Ramah Lingkungan dan Menguntungkan Petani

Pemerintah Kabupaten Sampang telah menyiapkan sejumlah skema pendanaan yang bersifat berkelanjutan.

Di antaranya adalah pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung penguatan modal koperasi, serta fasilitasi bantuan dana bergulir yang bersumber dari pemerintah pusat maupun lembaga keuangan lainnya.

Ia menyebutkan bahwa selain pendanaan, pendampingan teknis juga akan diberikan secara berkala.

Melalui pelatihan manajemen usaha, pengurus koperasi akan dilatih mengelola unit usaha secara profesional dan akuntabel.

Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting agar koperasi tidak hanya berdiri di atas semangat kebersamaan, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk berkembang jangka panjang.

Lebih jauh, Evi mengungkapkan bahwa kolaborasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan koperasi desa.

Dirinya berharap bahwa momen peluncuran ini bisa membangkitkan kembali semangat gotong royong di kalangan masyarakat, sehingga koperasi bisa menjadi pilar utama penguatan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Targeting Iklan yang Tepat Sasaran: Kunci Efektivitas Promosi UMKM

Menurutnya, ketika partisipasi aktif masyarakat berjalan seiring dengan dukungan pemerintah, koperasi akan lebih mudah tumbuh dan beradaptasi dengan tantangan zaman.

“Kami optimistis koperasi ini akan menjadi penggerak ekonomi desa dan membuka lebih banyak peluang usaha baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

Selain menjadi bagian dari program prioritas Pemkab Sampang, inisiatif ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional yang mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis koperasi.

Dengan diluncurkannya 186 koperasi Merah Putih secara serentak, Kabupaten Sampang berharap dapat memberikan contoh bagi daerah lain dalam memaksimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru