Festival Desa Wisata Sumenep 2025: Dorong Pariwisata Inklusif dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 21 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pariwisata yang berakar pada partisipasi aktif masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyelenggaraan Festival Desa Wisata 2025, yang secara resmi dimulai pada Kamis malam, 19 Juni 2025.

Dalam kesempatan pembukaan acara, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

Ia menilai bahwa setiap desa di Sumenep memiliki kekayaan dan keunikan tersendiri, baik dari sisi alam, budaya, sejarah, hingga kuliner, yang bisa menjadi aset penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, jika potensi desa digali dan dikelola dengan pendekatan yang tepat, maka desa dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Jasa Fabrikasi Ducting dan Kontraktor Ducting Profesional untuk Proyek Gedung & Industri

Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga pelaku UMKM lokal, dinilai sangat penting untuk menjadikan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Festival Desa Wisata Sumenep 2025 ini diharapkan bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan potensi desa kepada publik yang jauh lebih luas.

Melalui event ini, kekayaan lokal dapat ditampilkan dalam bentuk atraksi budaya, promosi produk kreatif, hingga sajian kuliner khas daerah.

Panggung festival menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha lokal dengan wisatawan maupun investor potensial.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memaksimalkan promosi desa wisata.

Ia mengajak seluruh pelaku wisata desa agar memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana memperluas jangkauan promosi.

Baca Juga :  Sumenep Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru Jawa Timur, Kadin Nilai Momentum Investasi Kian Kuat

Strategi pemasaran kreatif dan digital dinilai sangat penting untuk menjangkau wisatawan generasi milenial dan Gen Z yang lebih aktif di dunia digital.

Sejumlah atraksi lokal mewarnai pembukaan festival, termasuk pertunjukan seni budaya, pameran kerajinan tangan, demo masak kuliner khas Sumenep, hingga promosi destinasi berbasis alam dan religi.

Partisipasi masyarakat dalam festival ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor pariwisata dapat berjalan harmonis jika dikelola bersama.

Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam proses pengembangan pariwisata desa.

Ia berharap Festival Desa Wisata tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi juga bagian dari gerakan kolektif untuk membangun desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Waspadai Pelanggaran Harga: Pemkab Sumenep Tegaskan Pengecer Dilarang Jual LPG 3 Kg di Atas HET

Melalui kegiatan ini, Sumenep ingin menunjukkan bahwa desa-desa bukan sekadar objek wisata, melainkan subjek yang aktif membentuk masa depan pariwisata Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan ramah lingkungan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru