Inovasi Tanam Pot Tray Jadi Solusi Petani Tembakau Lamongan Hadapi Musim Kemarau Basah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 21 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Musim kemarau basah yang melanda wilayah Lamongan memberikan tantangan serius bagi petani tembakau.

Curah hujan yang tetap tinggi meskipun berada di musim kemarau membuat banyak lahan tergenang dan menyebabkan kegagalan tanam.

Namun, di tengah tantangan tersebut, sejumlah petani mulai mengadopsi metode tanam baru sebagai alternatif adaptif terhadap perubahan iklim.

Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah sistem tanam menggunakan pot tray.

Metode ini memungkinkan proses persemaian bibit dilakukan secara lebih terlindungi sebelum dipindahkan ke lahan terbuka.

Yoyok, yang merupakan seorang petani tembakau asal Desa Kuwurejo, Kecamatan Bluluk, menjadi salah satu pelopor penggunaan pot tray di wilayahnya.

Dalam praktiknya, Yoyok menjelaskan bahwa bibit tembakau diseleksi dengan cermat sebelum ditanam ke dalam pot tray yang berisi campuran tanah gembur dan pupuk organik.

Baca Juga :  THR Lebaran 2025 untuk ASN Lamongan Segera Cair, Pemkab Siapkan Rp 72,5 Miliar

Bibit dibiarkan tumbuh selama kurang lebih 15 hari hingga akarnya cukup kuat, barulah dipindahkan ke lahan utama untuk ditanam secara permanen.

Ia mengungkapkan bahwa penggunaan pot tray memberikan rasa aman tersendiri.

Pasalnya, bibit tidak langsung terkena guyuran hujan, sehingga risiko kematian akibat genangan air atau pembusukan bisa ditekan secara signifikan.

Menurutnya, metode ini lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem yang kian tidak menentu setiap tahun.

Selain itu, sistem ini juga dinilai membantu memperkuat batang tanaman dan meningkatkan daya tahan bibit terhadap penyakit.

Perawatan harian seperti penyiraman terkontrol dan pemupukan yang merata turut mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Hal ini berdampak langsung pada tingkat keberhasilan tanam yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional di lahan terbuka.

Baca Juga :  Jelang Hari Kartini, Usaha Penyewaan Kebaya di Lamongan Meningkat

Dari sisi efisiensi biaya, metode tanam dengan pot tray juga memberikan keuntungan bagi petani.

Karena tingkat kegagalan benih jauh lebih rendah, petani tidak perlu mengeluarkan anggaran tambahan untuk membeli benih secara berulang kali.

Efisiensi ini menjadi nilai tambah di tengah naiknya harga sarana produksi pertanian.

Yoyok berharap inovasi pertanian ini bisa diperluas penerapannya ke lebih banyak wilayah di Lamongan.

Menurutnya, jika pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa pelatihan teknis dan bantuan alat atau bahan, maka potensi peningkatan produktivitas tembakau bisa lebih maksimal.

Ia pun menyatakan kesiapan dirinya dan petani lainnya untuk mengikuti pelatihan jika difasilitasi oleh pihak terkait.

Menurutnya, adaptasi melalui metode tanam modern seperti ini adalah langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan pertanian tembakau di tengah tantangan perubahan iklim.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Gaji Pensiunan PNS 2025 Berdasarkan Golongan: Simak Rinciannya

Dengan metode pot tray, para petani tembakau di Lamongan kini memiliki harapan baru untuk tetap produktif dan berdaya saing meskipun menghadapi musim tanam yang tidak menentu.

Inovasi sederhana ini diyakini dapat menjadi solusi masa depan yang berkelanjutan bagi sektor pertanian lokal.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru