Mahasiswa UB Kembangkan Inovasi Sambal Cumi untuk Dorong UMKM Pesisir Pasuruan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 1 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Dalam upaya meningkatkan nilai jual hasil laut sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir,

mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) memperkenalkan inovasi produk sambal cumi kepada ibu-ibu PKK di Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Pembimbing KKNT FPIK UB, Wahida Kartika Sari, menilai kegiatan ini sebagai langkah awal pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi laut.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat.

Ketika para peserta mampu memproduksi dan memasarkan sambal cumi secara mandiri, hal ini diharapkan dapat membantu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus melahirkan UMKM lokal yang tangguh.

Baca Juga :  Update Bansos Hari Ini 12 September 2025, Penerima PKH BPNT Bisa Dapat Rp2 Juta Plus Tambahan Rp400 Ribu Sekaligus

Koordinator Desa Wates, Alif Ghibtah Rayya, memaparkan bahwa pelatihan ini tidak sebatas pada proses pengolahan cumi menjadi sambal yang lezat dan tahan lama.

Mahasiswa juga membekali peserta dengan pengetahuan terkait strategi pemasaran, desain kemasan, serta branding produk agar mampu bersaing di pasaran.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa UB untuk mengoptimalkan potensi laut yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Desa Wates dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cumi terbesar di Pasuruan.

Namun, sebagian besar hasil tangkapan nelayan sebelumnya hanya dijual dalam bentuk segar kepada tengkulak atau diolah secara sederhana.

Kehadiran inovasi sambal cumi diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk perikanan sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga :  PKK Kabupaten Pasuruan Salurkan Bansos untuk Lansia Guna Bantu Pengentasan Kemiskinan

Ketua PKK Desa Wates, Fitri Bela Safitri, menyambut baik pelatihan yang diinisiasi mahasiswa tersebut.

Ia menilai materi yang diberikan mencakup seluruh aspek penting, mulai dari cara memilih bahan baku yang berkualitas, teknik pengolahan yang benar, hingga strategi promosi yang efektif.

Para peserta juga diajarkan cara merancang label produk yang menarik, lalu menentukan harga yang kompetitif, beserta cara memanfaatkan media sosial untuk pemasaran digital.

Selain itu, mahasiswa membimbing para peserta memilih kemasan yang menarik namun tetap fungsional, agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki cita rasa yang baik tetapi juga tampilan profesional.

Dengan cara ini, diharapkan produk sambal cumi buatan ibu-ibu PKK Desa Wates mampu menembus pasar lokal bahkan berkembang ke tingkat yang lebih luas.

Baca Juga :  Bupati Pasuruan Dorong Kolaborasi Penggilingan Padi dan Bulog untuk Wujudkan Swasembada Beras Nasional

Pelatihan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Suasana kegiatan diwarnai dengan diskusi interaktif, praktik langsung, dan semangat belajar yang tinggi.

Beberapa peserta menyampaikan rasa optimisme bahwa keterampilan yang diperoleh dapat menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan.

Dengan dukungan mahasiswa dan kolaborasi masyarakat, inovasi sambal cumi diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan Desa Wates,

tetapi juga mendorong terbentuknya UMKM pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru