DKPP Kota Malang Perkuat Pengawasan Pangan dari Hulu ke Hilir untuk Lindungi Konsumen

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Malang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan pangan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi di tingkat petani hingga distribusi ke pasar.

Langkah ini dipandang sebagai strategi penting dalam menjaga keamanan pangan serta melindungi masyarakat dari potensi bahaya konsumsi makanan yang tidak layak.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menilai bahwa ketahanan pangan tidak hanya bisa diukur dari segi ketersediaan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan aspek keamanan.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang ketat, masyarakat rentan mengonsumsi produk yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Pengawasan yang dilakukan DKPP tidak hanya bersifat internal, tetapi juga melibatkan berbagai pihak yang ada di rantai pasok.

Baca Juga :  Koku Jin: UMKM Kopi Susu Robusta Dampit dari Malang yang Ramah Lingkungan dan Siap Go Digital

Bayu menjelaskan bahwa petani, distributor, hingga pedagang di pasar diajak berperan aktif dalam menjaga kualitas pangan.

Tujuannya adalah memastikan produk yang sampai ke tangan konsumen benar-benar aman, bebas dari bahan berbahaya, dan sesuai standar mutu yang ditetapkan.

DKPP secara rutin melakukan inspeksi di lapangan, termasuk mengambil sampel untuk diuji di laboratorium.

Hasil dari pengujian tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut jika ditemukan pelanggaran.

Selain itu, pelaku usaha pangan juga diberikan edukasi agar mereka lebih memahami pentingnya mematuhi standar keamanan pangan.

Menurut Bayu, lemahnya pengawasan bisa memunculkan risiko penyalahgunaan, salah satunya adalah penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi maupun pengolahan pangan.

Hal inilah yang harus dicegah sejak dini melalui kontrol ketat dan kesadaran semua pihak.

Baca Juga :  Pemprov Jatim dan DPRD Sepakati Perubahan APBD 2025, Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pendidikan

Pengawasan yang konsisten diyakini mampu meminimalisir potensi penyimpangan. Dengan begitu, produk pangan yang beredar di Kota Malang dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mengonsumsinya.

DKPP Kota Malang juga berencana untuk bisa memperluas koordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka memperkuat pengawasan pangan.

Lembaga publik yang dilibatkan di antaranya adalah Bulog, Dinas Perdagangan, dan asosiasi pedagang.

Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi standar pangan sekaligus membangun ekosistem distribusi yang sehat.

Kerja sama lintas sektoral ini diharapkan bisa mempercepat deteksi jika terjadi penyimpangan di lapangan.

Selain itu, upaya ini juga mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal, karena mereka yakin bahwa produk yang dibeli telah melewati proses pengawasan yang ketat.

Baca Juga :  Koperasi Serba Usaha: Solusi Ekonomi Multifungsi untuk Kesejahteraan Anggota

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Malang menargetkan agar keamanan pangan masyarakat kian terjamin.

Dengan adanya kontrol menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir, konsumen bisa merasa tenang karena produk yang mereka konsumsi sudah memenuhi standar kesehatan.

Di sisi lain, upaya ini juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha lokal.

Standar keamanan yang terjaga akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk daerah, sehingga mampu mendorong daya saing di pasar yang lebih luas.

Penguatan pengawasan pangan ini bukan hanya sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru