Rincian Lengkap Nominal PKH dan BPNT Tahap 3: Ini Alasan Kenapa Nominal Bantuan Berbeda, Ada yang Sedikit dan Ada yang Banyak

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bertanya-tanya tentang perbedaan nominal bantuan sosial yang diterima. Beberapa menerima jumlah yang besar, sementara yang lain hanya sedikit. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama komponen keluarga dan jenis bantuan yang diterima.

Nominal bantuan sosial tahap 3 (Juli-September 2025) bervariasi tergantung komponen yang dimiliki KPM. Pemerintah menetapkan maksimal empat komponen per keluarga. Kombinasi komponen inilah yang menyebabkan perbedaan jumlah bantuan yang diterima.

Rincian Nominal Bansos PKH Tahap 3 (Juli-September 2025)

Berikut rincian lengkap nominal bansos PKH per komponen. Perlu diingat bahwa nominal ini berlaku per tahap (tiga bulan):

Komponen Kesehatan

Ibu hamil/nifas menerima Rp750.000. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu dan janin selama kehamilan dan masa nifas. Anak usia dini juga menerima Rp750.000, mendukung tumbuh kembang anak di usia krusial.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah Keriting di Kediri Naik Rp8.000 Akibat Pasokan Menyusut

Komponen Pendidikan

Siswa SD/sederajat menerima Rp225.000, membantu meringankan biaya pendidikan anak di tingkat dasar. Siswa SMP/sederajat mendapat Rp375.000, sedangkan siswa SMA/sederajat menerima Rp500.000. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Komponen Kesejahteraan Sosial

Lansia (60 tahun ke atas) dan penyandang disabilitas berat masing-masing menerima Rp600.000. Bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan hidup dasar kelompok rentan ini. Terdapat juga komponen baru, yaitu korban pelanggaran HAM berat, yang menerima Rp2.700.000. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada kelompok ini.

Nominal Bansos BPNT

Berbeda dengan PKH, nominal BPNT relatif tetap. Setiap KPM penerima BPNT mendapatkan Rp200.000 per bulan, atau total Rp600.000 untuk periode Juli-September 2025. Bantuan ini berupa sembako yang dapat dibeli di sejumlah toko yang telah bekerjasama dengan pemerintah.

Baca Juga :  Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Rakyat, Pemkot Malang Dorong Penguatan dan Pengawasan Ketat

Penjelasan Perbedaan Nominal Bansos

Besarnya nominal bantuan yang diterima KPM bergantung pada jumlah dan jenis komponen yang dimiliki. Misalnya, KPM dengan ibu hamil, anak SMA, lansia, dan BPNT akan menerima total yang signifikan. Ini karena mereka memiliki empat komponen bantuan yang berbeda.

Sebaliknya, KPM dengan hanya satu komponen, misalnya anak SD tanpa BPNT, hanya akan menerima Rp225.000 per tahap. Meskipun jumlahnya lebih kecil, bantuan ini tetap penting bagi KPM yang sangat membutuhkan.

Ada kemungkinan KPM menerima pencairan dobel, yaitu bansos tahap 2 dan 3 sekaligus, terutama bagi mereka yang baru mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) karena peralihan dari PT Pos ke Bank Himbara. Hal ini bisa menyebabkan total pencairan lebih dari Rp3 juta.

Baca Juga :  Khofifah Genjot Bantuan Sosial demi Turunkan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur: Target Zero Persen Tahun Depan

Kesimpulan

Pemerintah terus berupaya meningkatkan sistem penyaluran bansos. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran dan meringankan beban ekonomi masyarakat. Besar kecilnya bantuan bukanlah ukuran utama, tetapi kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap KPM yang sangat membutuhkan.

Informasi mengenai pencairan bansos dapat diakses melalui berbagai kanal resmi pemerintah. KPM diimbau untuk selalu mengecek informasi resmi agar tidak tertipu oleh informasi yang menyesatkan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar
Alasan Nama Dicoret dari Daftar Penerima PKD DKI Jakarta, Ini Penjelasan Lengkapnya
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 10:13 WIB

Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap

Berita Terbaru