Inflasi Kota Malang September 2025 Capai 0,39%, Daging Ayam dan Emas Jadi Penyumbang Utama

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 1 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat laju inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada September 2025 sebesar 0,39 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa peningkatan ini sebagian besar dipicu oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi mencapai 0,20 persen.

Menurut Umar, sejumlah komoditas pangan menjadi faktor dominan. Daging ayam ras, emas perhiasan, beras, sigaret kretek mesin (SKM), dan jeruk tercatat sebagai penyumbang terbesar inflasi bulanan di Kota Malang.

Selain komoditas utama, ada pula beberapa barang dan jasa lain yang ikut menekan inflasi, di antaranya:

– Tarif kendaraan roda dua online,

– Cabai merah dan cabai rawit,

Baca Juga :  Wanoza.ai Luncurkan Platform AI Lokal untuk Bantu UMKM & Kreator Buat Foto Produk Profesional Tanpa Ribet

Sayuran seperti buncis dan kentang.

Meski begitu, tidak semua harga mengalami kenaikan. Beberapa komoditas justru menurun sehingga berfungsi menahan laju inflasi, antara lain:

– Bawang merah, bawang putih, dan daun bawang,

– Sayuran seperti sawi putih, tomat, ketimun, terong, labu siam,

– Buah-buahan seperti pepaya dan apel.

Umar menambahkan bahwa penurunan harga pada beberapa bahan pokok menjadi faktor penyeimbang terhadap inflasi yang disumbangkan dari komoditas lain.

Jika dilihat dari tren sepanjang tahun, inflasi Kota Malang sejak Januari hingga September 2025 (year-to-date/ytd) mencapai 1,76 persen.

Sementara itu, secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi tercatat sebesar 2,67 persen.

Khusus inflasi tahunan, Umar menyebut bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang utama.

Baca Juga :  Inovasi Kontrol Panel Tenaga Surya Dorong Produktivitas Melon di Bondowoso

Menariknya, emas perhiasan menjadi komoditas dengan pengaruh besar terhadap inflasi tahunan di Kota Malang.

Pergerakan inflasi Kota Malang sejalan dengan kondisi di seluruh wilayah Jawa Timur. Menurut data BPS, semua kota/kabupaten IHK di Jawa Timur pada September 2025 mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sumenep sebesar 0,41 persen.

Inflasi terendah terjadi di Kota Madiun dengan capaian 0,03 persen.

Rata-rata inflasi Jawa Timur month-to-month berada di angka 0,21 persen, sama dengan inflasi nasional pada periode yang sama.

Umar menekankan bahwa perkembangan inflasi ini menunjukkan harga pangan masih menjadi faktor paling dominan dalam pembentukan inflasi daerah.

Oleh sebab itu, pengendalian harga bahan pokok di tingkat lokal menjadi sangat penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga :  Strategi Disperindag Kabupaten Malang Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Inflasi sebesar 0,39 persen di Kota Malang pada September 2025 menjadi cerminan bahwa dinamika harga, khususnya pangan, perlu terus diawasi.

Ketersediaan pasokan, distribusi lancar, serta stabilisasi harga di pasar tradisional maupun modern diharapkan mampu menekan lonjakan inflasi di bulan-bulan berikutnya.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru