Sudah Terdaftar di DTSEN? Begini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Terbaru 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 16 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Mulai tahun 2025, sistem pendataan penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia resmi beralih menggunakan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).

Sistem baru ini menggantikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Langkah ini dilakukan pemerintah agar penyaluran bantuan menjadi lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran, sehingga tidak lagi ada tumpang tindih penerima.

Dengan DTSEN, seluruh data penerima manfaat kini disusun berdasarkan hasil verifikasi sosial ekonomi yang lebih detail dan terintegrasi dengan berbagai instansi pemerintah.

Bagi masyarakat yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), penting untuk mengetahui apakah data mereka sudah masuk dalam sistem DTSEN dan apakah bantuan periode Oktober–Desember 2025 sudah siap dicairkan.

Apa Itu DTSEN dan Mengapa Penting untuk Penerima Bansos

Baca Juga :  Anak dari Orang Tua dengan HIV/AIDS Mendapat Bantuan dari Baznas Kabupaten Madiun

DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) merupakan sistem data terbaru yang digunakan pemerintah untuk menilai kondisi sosial dan ekonomi keluarga Indonesia.

Sistem ini dirancang agar proses identifikasi penerima bantuan lebih objektif dan berbasis data riil di lapangan.

Dalam DTSEN, setiap keluarga dinilai menggunakan beberapa indikator seperti:

Tingkat penghasilan rumah tangga.

Jenis pekerjaan kepala keluarga.

Kepemilikan aset dan tempat tinggal.

Jumlah tanggungan keluarga.

Akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Keluarga yang memenuhi kriteria miskin atau rentan secara ekonomi akan otomatis masuk dalam daftar prioritas penerima bansos, termasuk PKH dan BPNT.

PKH (Program Keluarga Harapan) diberikan untuk keluarga yang memiliki anggota rentan seperti ibu hamil, anak usia dini, siswa sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Bangun Rumah Kemasan untuk Dukung UMKM Lokal

Sementara itu, BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) diberikan agar masyarakat dapat membeli bahan pangan pokok melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di e-warong resmi.

Dengan menggunakan DTSEN, pemerintah berharap seluruh bantuan bisa tersalurkan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Terbaru 2025

Penerima manfaat kini bisa mengecek sendiri status pencairan bansos PKH dan BPNT tanpa harus datang ke kantor desa.

Pemerintah telah menyediakan portal resmi Kementerian Sosial (Kemensos) yang bisa diakses secara online oleh seluruh masyarakat.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan pengecekan:

Buka situs resmi Kemensos di https://cekbansos.kemensos.go.id.

Isi data sesuai KTP seperti:

Provinsi

Kabupaten/Kota

Kecamatan

Desa atau Kelurahan

Ketik nama lengkap penerima sesuai yang tertera di KTP.

Masukkan kode verifikasi (captcha) untuk memastikan keamanan data.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Sumenep Investment Summit 2024 untuk Tarik Investor

Klik tombol “Cari Data” dan tunggu beberapa detik hingga hasil muncul di layar.

Apabila status yang muncul bertuliskan “YA”, artinya penerima tersebut terdaftar sebagai penerima bantuan PKH atau BPNT periode Oktober–Desember 2025.

Namun, bila status menunjukkan “TIDAK”, berarti nama belum termasuk dalam daftar penerima bansos terbaru.

Cek Secara Berkala untuk Menghindari Terlambat Mencairkan Bansos

Kemensos mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan data karena pembaruan DTSEN dilakukan secara bertahap di seluruh daerah.

Data yang belum sinkron bisa segera diperbaiki dengan melapor ke pihak kelurahan, RT/RW, atau Dinas Sosial setempat.

Dengan memastikan data sudah benar dan aktif di DTSEN, penerima bisa lebih mudah mendapatkan hak bantuan sosial tanpa terhambat kendala administrasi.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru