Jelang Idul Fitri, Pemkab Bangkalan Temukan Produk Kedaluarsa dan Kemasan Tak Sesuai Takaran

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 28 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko dan pasar tradisional.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan berbagai produk yang sudah melewati masa kedaluarsa, termasuk makanan ringan dan bumbu masakan yang masih dipajang untuk dijual kepada konsumen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Metrologi Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, Delly Septiana,

mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut, timnya melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi dan mendapati adanya barang-barang yang seharusnya sudah ditarik dari peredaran.

Petugas kemudian memberikan peringatan kepada para penjual agar lebih selektif dalam menyortir produk dagangan mereka, demi menghindari risiko terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Media Sosial untuk UMKM: Manfaat Besar dan Cara Optimalkannya di Facebook, Instagram & TikTok

Ia menjelaskan bahwa produk yang sudah melewati masa kedaluarsa berpotensi membahayakan konsumen jika tetap dikonsumsi.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pedagang tidak lagi menjual barang-barang tersebut dan segera menariknya dari etalase.

Selain mengecek makanan di pasar tradisional, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah produk beras yang dijual di toko-toko modern.

Dalam pemeriksaan ini, ditemukan beberapa kemasan beras yang ternyata tidak sesuai dengan takaran yang tertera pada label kemasannya, terutama pada ukuran 3 kilogram.

Delly menyampaikan bahwa produk yang tidak sesuai takaran tersebut sebaiknya tidak diperjualbelikan sebelum ada perbaikan dari pihak produsen.

Ia juga menegaskan bahwa ketidaksesuaian takaran bisa merugikan konsumen dan berpotensi melanggar aturan terkait perdagangan yang adil dan transparan.

Baca Juga :  Pemandu Wisata Kawah Ijen Belajar Bahasa Mandarin, Sambut Wisatawan China dengan Layanan Lebih Baik

Dengan adanya temuan ini, pihaknya berharap agar para pedagang lebih berhati-hati dalam menjual produk, baik dari segi kelayakan konsumsi maupun keakuratan kemasan.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar masyarakat mendapatkan barang yang layak dan aman dikonsumsi.

Inspeksi mendadak ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bangkalan dalam menjaga keamanan dan kualitas produk yang beredar di pasaran,

terutama menjelang hari raya ketika permintaan terhadap berbagai kebutuhan pokok meningkat tajam.

Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pedagang yang kurang memperhatikan kualitas barang dagangannya serta mendorong produsen untuk lebih teliti dalam proses pengemasan dan distribusi produk mereka.

Ke depannya, pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan bahwa semua barang yang beredar telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga :  Harga Daging Sapi di Sumenep Naik Jelang Idul Fitri, Warga Harapkan Pasar Murah

Pemkab Bangkalan juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih produk yang mereka beli,

terutama dengan memeriksa tanggal kedaluarsa dan memastikan kesesuaian kemasan dengan informasi yang tertera pada label.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, diharapkan peredaran barang-barang yang tidak layak konsumsi dapat diminimalkan, sehingga kesehatan dan keselamatan konsumen tetap terjaga, terutama di momen penting seperti Idul Fitri.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru