Pemerataan Ekonomi Desa: Pembangunan 300 Koperasi Merah Putih di Sumenep Dikebut Hingga Awal 2026

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia.

Hingga November 2025, proses pembangunan di Sumenep sudah mencapai 148 titik dari total 300 koperasi yang menjadi target akhir.

Program ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan menciptakan kemandirian ekonomi lokal menjelang Januari 2026.

Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, menjelaskan bahwa keberadaan KDMP akan menjadi pilar penting dalam menciptakan pemerataan ekonomi di tingkat desa.

Menurutnya, koperasi tersebut akan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor perdagangan, distribusi sembako, hingga penyediaan bahan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Kabupaten Malang Dukung Program Pembentukan Koperasi Merah Putih di Tingkat Desa

Ia menuturkan bahwa seluruh aktivitas ekonomi di tingkat desa dapat dikelola dengan lebih efisien melalui koperasi ini.

“Dengan adanya KDMP, kegiatan jual beli dan distribusi kebutuhan pokok bisa dikoordinir dengan baik. Keuntungan koperasi nantinya akan dikembalikan kepada anggota, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” jelas Letkol Bendi dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

Program Koperasi Merah Putih ini juga memiliki sejumlah program unggulan. Selain menyediakan kebutuhan pangan, pupuk, gas LPG, dan sembako, KDMP juga akan membuka layanan kesehatan berupa apotek desa.

Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat pedesaan agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke kota untuk mendapatkan kebutuhan dasar maupun obat-obatan.

Menurut Letkol Bendi, hadirnya koperasi ini akan menjadi solusi konkret bagi pemerataan ekonomi dan kemandirian desa.

Baca Juga :  Kemeriahan Maulid Nabi di Sampang, Membawa Berkah Ekonomi

Ia menegaskan bahwa dampak ekonomi dari keberadaan KDMP akan terasa langsung oleh masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan daya beli maupun penyerapan tenaga kerja lokal.

“Program ini jelas memberikan banyak manfaat bagi masyarakat desa. Koperasi Merah Putih akan menjadi fondasi kuat dalam menumbuhkan perekonomian lokal dan memperkuat solidaritas antarwarga,” ungkapnya.

Namun, Bendi juga mengingatkan bahwa kesuksesan program tersebut membutuhkan dukungan penuh dari semua elemen pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten, camat, hingga kepala desa.

Ia menekankan bahwa proyek KDMP merupakan instruksi langsung dari Presiden, sehingga seluruh pihak harus bergerak cepat agar target pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal.

“Ini bukan sekadar proyek biasa, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi rakyat. Semua pihak harus mendukung penuh agar koperasi ini segera beroperasi secara optimal,” tegasnya.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Parcel Lebaran di Pacitan: Strategi UMKM Bertahan di Tengah Permintaan Tinggi

Dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor, pembangunan KDMP di Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Program ini bukan hanya menghadirkan akses ekonomi yang lebih merata, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam mengelola potensi desanya secara mandiri.

Jika sesuai dengan target, seluruh koperasi di wilayah Sumenep akan rampung dan beroperasi penuh sebelum akhir Januari 2026, menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu daerah percontohan dalam penerapan ekonomi berbasis komunitas di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru