UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia.
Hingga November 2025, proses pembangunan di Sumenep sudah mencapai 148 titik dari total 300 koperasi yang menjadi target akhir.
Program ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan menciptakan kemandirian ekonomi lokal menjelang Januari 2026.
Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, menjelaskan bahwa keberadaan KDMP akan menjadi pilar penting dalam menciptakan pemerataan ekonomi di tingkat desa.
Menurutnya, koperasi tersebut akan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor perdagangan, distribusi sembako, hingga penyediaan bahan kebutuhan sehari-hari.
Ia menuturkan bahwa seluruh aktivitas ekonomi di tingkat desa dapat dikelola dengan lebih efisien melalui koperasi ini.
“Dengan adanya KDMP, kegiatan jual beli dan distribusi kebutuhan pokok bisa dikoordinir dengan baik. Keuntungan koperasi nantinya akan dikembalikan kepada anggota, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” jelas Letkol Bendi dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Program Koperasi Merah Putih ini juga memiliki sejumlah program unggulan. Selain menyediakan kebutuhan pangan, pupuk, gas LPG, dan sembako, KDMP juga akan membuka layanan kesehatan berupa apotek desa.
Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat pedesaan agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke kota untuk mendapatkan kebutuhan dasar maupun obat-obatan.
Menurut Letkol Bendi, hadirnya koperasi ini akan menjadi solusi konkret bagi pemerataan ekonomi dan kemandirian desa.
Ia menegaskan bahwa dampak ekonomi dari keberadaan KDMP akan terasa langsung oleh masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan daya beli maupun penyerapan tenaga kerja lokal.
“Program ini jelas memberikan banyak manfaat bagi masyarakat desa. Koperasi Merah Putih akan menjadi fondasi kuat dalam menumbuhkan perekonomian lokal dan memperkuat solidaritas antarwarga,” ungkapnya.
Namun, Bendi juga mengingatkan bahwa kesuksesan program tersebut membutuhkan dukungan penuh dari semua elemen pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten, camat, hingga kepala desa.
Ia menekankan bahwa proyek KDMP merupakan instruksi langsung dari Presiden, sehingga seluruh pihak harus bergerak cepat agar target pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal.
“Ini bukan sekadar proyek biasa, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi rakyat. Semua pihak harus mendukung penuh agar koperasi ini segera beroperasi secara optimal,” tegasnya.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor, pembangunan KDMP di Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Program ini bukan hanya menghadirkan akses ekonomi yang lebih merata, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam mengelola potensi desanya secara mandiri.
Jika sesuai dengan target, seluruh koperasi di wilayah Sumenep akan rampung dan beroperasi penuh sebelum akhir Januari 2026, menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu daerah percontohan dalam penerapan ekonomi berbasis komunitas di Indonesia.***











