Desa Mengok Bondowoso Bangkit Lewat Inovasi Bambu, Dari Kayu Bakar Menuju Produk Bernilai Ekspor

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 13 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Desa Mengok yang terletak di Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan sumber daya bambu melimpah di wilayah Tapal Kuda.

Namun, selama bertahun-tahun, potensi besar tersebut belum dikelola secara optimal.

Bambu hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pagar rumah, bahan bangunan sederhana, hingga kayu bakar, tanpa perhitungan nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa.

Perubahan signifikan mulai terjadi pada akhir 2025.

Melalui Program Wujudkan Desa Berdaya 2025, Desa Mengok memasuki fase baru pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dengan Universitas Jember.

Inisiatif tersebut tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga mengubah pola pikir warga dalam mengelola sumber daya alam dan membangun sistem usaha desa yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Inovasi Desa Sumberwaru: Maggot dan Bon Cabai Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Warga

Program yang diresmikan pada 12 November 2025 ini membawa misi mendorong desa agar mampu mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal berbasis teknologi modern.

Selain fokus pada peningkatan ekonomi, program ini juga menyentuh aspek pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan bersifat bertahap dan berkelanjutan, dimulai dari survei lapangan, diskusi kelompok terarah, sosialisasi, hingga pelatihan teknis yang melibatkan warga secara langsung.

Ketua Tim Pengabdian Universitas Jember, Mohammad Ubaidillah, menjelaskan bahwa selama ini masyarakat Desa Mengok cenderung memandang bambu hanya sebagai bahan bangunan atau sumber energi rumah tangga.

Oleh karena itu, tim pengabdian memperkenalkan teknologi pengolahan bambu yang mampu menghasilkan produk bernilai tinggi.

Baca Juga :  Penataan Pasar Induk Bondowoso: Pedagang Ayam Direlokasi Demi Ketertiban dan Kenyamanan Kota

Teknologi tersebut berupa alat pirolisis modern berbasis sistem anaerob-kondensasi serta mesin CNC terpadu yang dapat mengolah bambu menjadi arang dan briket dengan kualitas yang memenuhi standar pasar ekspor.

Penerapan teknologi ini memberikan dampak nyata dalam waktu relatif singkat.

Dua kelompok usaha bersama (KUB) di Desa Mengok, yakni KUB Kartika Jaya dan KUB Mengok Jaya, yang sebelumnya berjalan secara tradisional, kini mulai berkembang menjadi unit usaha yang lebih profesional.

Sebelum pendampingan, kedua kelompok tersebut belum memiliki struktur organisasi yang jelas maupun sistem manajemen produksi yang tertata.

Melalui program pendampingan, anggota kelompok usaha mulai memahami pentingnya aturan organisasi seperti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, standar mutu produksi, serta penerapan konsep lean manufacturing.

Baca Juga :  Harga Cabai di Bondowoso Meroket Awal Ramadan, Pedagang dan Konsumen Mengeluh

Pendekatan ini terbukti mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi dan kapasitas kerja.

Ketua KUB Mengok Jaya, Bahrul Effendi, mengungkapkan bahwa sebelumnya aktivitas produksi dilakukan hanya berdasarkan kebiasaan tanpa perencanaan yang matang.

Setelah mendapatkan pendampingan, kelompok usaha kini mampu menjalankan sistem produksi dua shift, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan oleh para pelaku usaha desa.

Transformasi Desa Mengok menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru.

Dengan pengelolaan yang tepat, bambu tidak lagi sekadar bahan baku sederhana, melainkan menjadi sumber kesejahteraan dan harapan baru bagi masa depan desa.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

Berita Terkait

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru