Petani Garam Sumenep Sambut Target Swasembada Garam 2027, Dorong Perlindungan dan Regulasi Kuat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 15 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Target pemerintah untuk mewujudkan swasembada garam nasional pada tahun 2027 menjadi harapan besar bagi ribuan petani garam di Kabupaten Sumenep, Madura.

Cita-cita tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor garam yang selama ini masih terjadi, meskipun negara ini memiliki potensi geografis yang sangat mendukung produksi garam.

Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM), Ubaid Abul Hayat, menilai bahwa rencana swasembada garam bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Menurutnya, Indonesia memiliki garis pantai yang panjang serta kondisi alam yang ideal untuk produksi garam, khususnya di wilayah Madura.

Oleh karena itu, target swasembada 2027 dinilai realistis asalkan dibarengi dengan kebijakan yang tepat.

Baca Juga :  Syarat Lengkap Menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos 2025

Ubaid menyampaikan bahwa para petani garam sangat berharap target tersebut benar-benar terealisasi.

Selama ini, petani merasa ironis karena Indonesia masih bergantung pada garam impor, padahal dari sisi sumber daya alam, potensi produksi dalam negeri sangat besar.

Kondisi ini membuat petani lokal sering kali berada pada posisi yang lemah dalam tata niaga garam nasional.

Untuk mencapai swasembada garam, Ubaid menekankan perlunya keseriusan dari seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya petani.

Ia menilai bahwa masalah mendasar yang selama ini dihadapi petani garam adalah minimnya perlindungan dan payung hukum yang kuat.

Tanpa regulasi yang berpihak, petani kesulitan menjaga keberlanjutan produksi dan kesejahteraan mereka.

Ia menjelaskan bahwa meskipun Undang-Undang terkait sektor garam sebenarnya sudah ada, implementasi aturan turunan di lapangan masih belum berjalan optimal.

Baca Juga :  Ubaya Dorong Tata Kelola BUMDes yang Berkelanjutan Lewat Seminar Nasional

Menurutnya, keberadaan regulasi yang jelas dan konsisten sangat penting agar petani memiliki kepastian hukum dalam berproduksi dan memasarkan garam.

Tanpa perlindungan tersebut, upaya mencapai swasembada akan menghadapi banyak hambatan.

Selain aspek regulasi, Ubaid juga menyinggung tantangan alam yang selama ini menjadi faktor utama dalam produksi garam.

Ia mengakui bahwa hasil panen garam sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama curah hujan.

Namun demikian, ia menilai bahwa faktor cuaca seharusnya tidak dijadikan alasan utama kegagalan swasembada jika ada sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, dan pelaku industri.

Menurutnya, dengan dukungan teknologi, perbaikan infrastruktur, serta kebijakan yang berpihak pada petani, dampak cuaca dapat diminimalkan.

Baca Juga :  Distributor Resmi Genset Silent Weichai di Indonesia? Cek Bina Pertiwi!

Kolaborasi antar pihak dinilai menjadi kunci agar produksi garam nasional lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Harapan besar petani garam Madura terhadap swasembada garam 2027 juga diiringi dengan keinginan agar pemerintah lebih serius mendengar aspirasi petani di lapangan.

Petani berharap kebijakan yang disusun tidak hanya berorientasi pada angka produksi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.

Dengan potensi alam yang melimpah dan semangat petani yang kuat, target swasembada garam 2027 diyakini dapat tercapai.

Namun, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan hukum, regulasi yang efektif, serta dukungan berkelanjutan bagi petani garam nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru