Surabaya Genjot Produksi Padi Lewat Bantuan Alsintan dan Irigasi Modern

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Disebutkan, Pemerintah Kota Surabaya terus menggencarkan upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian padi di wilayahnya.

Berbagai langkah strategis telah ditempuh demi mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu bentuk dukungan yang diberikan kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) yang tersebar di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa bantuan alsintan ini diberikan sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas produksi pertanian.

Menurutnya, tidak hanya mesin pertanian yang dibagikan, tetapi juga berbagai bantuan lain seperti bibit padi unggul, pupuk, pestisida, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Antiek mengungkapkan bahwa jenis alsintan yang diberikan cukup beragam, mulai dari mesin tanam padi atau transplanter, alat bajak sawah, mesin panen padi atau kombi, hingga alat penggilingan padi.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Gandeng OJK dan BI Pulihkan Nama UMKM Korban Penipuan Pinjol

Ia menyampaikan bahwa penggunaan alat-alat ini ditujukan untuk mempercepat proses tanam dan panen, sekaligus mengurangi beban kerja petani dan mendorong peningkatan hasil produksi.

Bukan itu saja, Pemkot Surabaya juga tengah mengembangkan sistem irigasi yang lebih efisien dan juga berkelanjutan.

Antiek menjelaskan bahwa sebagian besar lahan pertanian di Surabaya selama ini hanya bergantung pada aliran air limbah domestik untuk irigasi, yang tentu saja tidak optimal bagi kebutuhan tanaman padi.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini tengah merancang pembangunan saluran irigasi permanen di beberapa area persawahan.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kota berencana mengajukan bantuan ke pemerintah pusat dalam bentuk pompanisasi.

Dengan sistem ini, air dari sungai-sungai terdekat akan dipompa dan dialirkan ke lahan-lahan pertanian.

Baca Juga :  Syarat Lengkap Pengajuan KUR BRI 2025 untuk Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Skema ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan sumber air yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengembangan pertanian padi di wilayah perkotaan seperti Surabaya.

Sebagai tambahan, Pemkot Surabaya juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkenalkan penggunaan agen hayati di sektor pertanian.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk non-organik dan pestisida kimia.

Penggunaan agen hayati diyakini dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan aman dikonsumsi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pertanian.

Antiek menegaskan bahwa pemanfaatan agen hayati akan membantu meningkatkan kualitas tanah dan hasil panen.

Selain itu, langkah ini juga merupakan bagian dari transformasi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.

Baca Juga :  Pakis Pora Jadi Ajang Meriah Penguatan UMKM dan Kolaborasi Mahasiswa di Surabaya

Ia berharap bahwa seluruh inisiatif yang dijalankan ini mampu mendorong Surabaya menjadi salah satu kota dengan sistem pertanian urban yang modern dan produktif.

Dengan sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, serta peran aktif para petani, upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di Surabaya diharapkan dapat berjalan optimal.

Langkah-langkah inovatif ini juga menjadi bagian dari visi besar menjadikan pertanian sebagai sektor strategis di tengah perkembangan kota yang semakin pesat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Blitar Dorong “Bersih-Bersih” Kredit Macet BPR Penataran, Langkah Tegas di RUPS 2026 Jadi Sorotan
Khofifah Ungkap 80 Persen Stok Minyakita Kosong di Pasar Jatim, Alarm Serius Jelang Ramadan
Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Khofifah Wanti-Wanti Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran
Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026
Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat
Jelang Lebaran 2026, Disnakertrans Jatim Turunkan 54 Posko THR dan Siaga Cegah PHK
Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH
PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Berita Terkait

Friday, 27 February 2026 - 18:55 WIB

Bupati Blitar Dorong “Bersih-Bersih” Kredit Macet BPR Penataran, Langkah Tegas di RUPS 2026 Jadi Sorotan

Friday, 27 February 2026 - 18:53 WIB

Khofifah Ungkap 80 Persen Stok Minyakita Kosong di Pasar Jatim, Alarm Serius Jelang Ramadan

Friday, 27 February 2026 - 18:48 WIB

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Khofifah Wanti-Wanti Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran

Wednesday, 25 February 2026 - 18:45 WIB

Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026

Wednesday, 25 February 2026 - 18:41 WIB

Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat

Berita Terbaru