Program Sergab Bulog Serap 200 Ton Gabah Petani di Kediri, Harga Petani Naik

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 4 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Disebutkan bahwa program Serap Gabah (Sergab) yang dijalankan oleh Perum Bulog di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, menunjukkan hasil menggembirakan dengan total serapan lebih dari 200 ton gabah.

Inisiatif ini mendapat tanggapan positif dari kalangan petani karena harga serap yang diterapkan, yakni sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, dinilai membantu meningkatkan pendapatan mereka.

Selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Badas dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Muhammad Yasin,

menyampaikan bahwa dari sekitar 600 hektare lahan pertanian di Kecamatan Badas, Bulog berhasil menyerap sekitar 10 persen hasil panen petani.

Jika satu hektare mampu menghasilkan lima ton gabah, maka total 200 ton tersebut setara dengan hasil panen dari 40 hektare lahan.

Baca Juga :  Digitalisasi UMKM di Sumenep: Pemerintah Dorong Akses Platform Online dan Perluasan Internet

Ia mengakui bahwa pada awal pelaksanaan program Sergab, terdapat tantangan yang cukup menghambat, terutama terkait keterbatasan gudang mitra Perum Bulog yang hanya tersedia di daerah Grogol, Tarokan, dan Candirejo.

Namun, situasi kini telah membaik seiring dengan bertambahnya titik distribusi mitra, seperti dua mitra di wilayah Plosoklaten, masing-masing satu mitra di Plemahan, Padangan, dan Kayen Kidul.

Penambahan dimaksudkan untuk memperlancar proses penyerapan gabah serta distribusi logistik.

Meski demikian, Yasin mengingatkan bahwa musim panen raya telah berakhir, sehingga tantangan baru muncul berupa persaingan harga dengan pasar lokal.

Ia memprediksi bahwa harga gabah di pasar lokal bisa melampaui HPP yang ditetapkan Bulog, sehingga dikhawatirkan akan menyulitkan proses penyerapan gabah selanjutnya.

Baca Juga :  THR Lebaran 2025 untuk ASN Lamongan Segera Cair, Pemkab Siapkan Rp 72,5 Miliar

Persaingan ini bisa membuat petani lebih memilih menjual hasil panennya ke pasar lokal jika harganya lebih tinggi dibandingkan harga yang ditawarkan Bulog.

Sebelum adanya program Sergab, para petani di Badas menghadapi kesulitan akibat harga beli dari tengkulak yang cenderung rendah.

Bahkan, pada saat panen raya, harga yang ditawarkan bisa turun drastis hingga Rp4.000 per kilogram.

Dengan keberadaan Bulog sebagai pembeli utama melalui program Sergab, para tengkulak diprediksi akan terdorong untuk menaikkan harga beli mereka demi bisa bersaing.

Situasi ini menciptakan efek domino yang menguntungkan petani.

Dengan adanya peningkatan harga di tingkat tengkulak ini, berarti menandakan bahwa harga gabah kering di sawah mengalami tingkat kenaikan.

Baca Juga :  Petani Cabai Kediri Harapkan Penerbangan Langsung ke Timika untuk Mempercepat Pengiriman ke Papua

Dengan begitu, petani bisa memperoleh nilai jual yang lebih baik, meski tidak seluruh gabah diserap langsung oleh Bulog.

Program ini diharapkan tidak sekadar menjaga stabilitas harga di tingkat petani, namun juga menjadi sarana pemerataan kesejahteraan petani di daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah, Bulog, dan petani lokal, sektor pertanian di Kediri dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Berita Terbaru