Koku Jin: UMKM Kopi Susu Robusta Dampit dari Malang yang Ramah Lingkungan dan Siap Go Digital

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 7 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Malang dikenal sebagai kota kreatif yang melahirkan banyak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) inovatif.

Salah satu di antaranya adalah Koku Jin, UMKM minuman kopi susu yang didirikan oleh Asri Ulandari.

Usaha ini resmi berdiri pada tahun 2022, tepat saat masa transisi setelah penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Terinspirasi dari keterbatasan aktivitas sosial saat itu, Asri melihat peluang dari kebiasaan minum kopi yang masih tinggi, namun sulit dipenuhi karena keterbatasan ruang publik.

Ia pun merintis Koku Jin dengan ide sederhana: menghadirkan kopi susu lokal dalam kemasan praktis yang bisa dibawa ke mana saja.

Produk andalannya berbasis kopi Robusta Dampit, salah satu varietas unggulan dari wilayah Malang Selatan yang terkenal dengan cita rasa khas dan karakter kuat.

Baca Juga :  Festival Ramadan PT Pegadaian Area Malang: Wadah Edukasi, UMKM, dan Kebersamaan

Menurut Asri, konsep minuman siap saji ini diharapkan bisa menjembatani kebutuhan pecinta kopi yang menginginkan kemudahan tanpa harus datang langsung ke kedai.

Produk utama Koku Jin adalah kopi susu dalam kemasan botol dan cup, yang didistribusikan ke berbagai lokasi strategis seperti kantin kampus, sekolah, hingga perkantoran dan bank.

Menariknya, semua produk diproses secara manual tanpa bahan pengawet. Karena itu, penyimpanan dalam suhu minus 18°C diperlukan untuk menjaga kualitasnya selama 14 hari.

Tak hanya berhenti di produk minuman, Asri juga memanfaatkan potensi limbah dari proses produksinya.

Ampas kopi yang biasanya dibuang, kini diolah menjadi produk kecantikan seperti scrub dan sabun alami.

Baca Juga :  Syarat Lengkap Pengajuan KUR Bank Mandiri 2025: Mudah, Cepat, dan Ramah UMKM

Inovasi ini sejalan dengan semangat Koku Jin di dalam membangun bisnis yang berkelanjutan dan juga ramah terhadap lingkungan hidup.

Dalam strategi pemasaran, Koku Jin lebih banyak menyasar model Business-to-Business (B2B).

Produk mereka telah tersebar di berbagai titik di Kota Malang, bahkan sempat dikirim ke luar kota seperti Gresik dan Surabaya.

Untuk jalur Business-to-Consumer (B2C), Asri menyampaikan bahwa penjualan masih dilakukan secara terbatas melalui sistem pre-order.

Saat ini, penjualan daring melalui marketplace dan e-commerce sedang dalam tahap pengembangan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Hingga kini, Koku Jin masih dijalankan secara mandiri oleh Asri, dengan bantuan seorang tenaga pengiriman untuk distribusi produk.

Baca Juga :  Operasi Pasar Beras Murah di Malang Raya Jadi Strategi Kendalikan Inflasi

Meski sederhana, bisnis ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas produk dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan.

Koku Jin tidak hanya menghadirkan kopi lokal berkualitas, tetapi juga membuka peluang baru di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.

Dengan pendekatan kreatif dan berkelanjutan, UMKM ini menjadi salah satu contoh sukses bagaimana ide sederhana bisa berkembang menjadi usaha menjanjikan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Berita Terbaru