Lonjakan Permintaan Songkok Rumahan di Lamongan saat Ramadan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 31 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Industri songkok rumahan di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, mengalami peningkatan pesat dalam permintaan selama bulan Ramadan.

Niken Dwi Anggraeni, seorang pengusaha songkok rumahan, mencatat bahwa jumlah pesanan yang biasanya berkisar antara 50 hingga 100 unit per hari meningkat tajam menjadi 300 hingga 500 unit per hari.

Seiring dengan tingginya permintaan, kapasitas produksi pun turut bertambah.

Jika pada hari-hari biasa Niken hanya mampu menghasilkan sekitar 200 unit songkok per hari, maka selama bulan suci ini jumlah produksi melonjak hingga mencapai 700 unit setiap harinya.

Kondisi ini mencerminkan besarnya potensi pasar songkok, terutama saat mendekati perayaan Idul Fitri.

Baca Juga :  Tren Investasi Emas Digital di Surabaya Meningkat Tajam, BSI Catat Pertumbuhan Signifikan Sepanjang 2025

Menjalani bisnis ini selama beberapa tahun terakhir, Niken memanfaatkan platform digital seperti marketplace dan toko online untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Dengan strategi pemasaran berbasis daring, produk songkok buatannya kini dapat dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga volume penjualannya meningkat secara signifikan.

Pada hari-hari biasa, omzet yang diperoleh dari penjualan songkok berkisar antara Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan.

Namun, selama Ramadan dan menjelang Lebaran, angka tersebut mengalami lonjakan drastis hingga mencapai Rp 150 juta hingga Rp 300 juta.

Dari segi harga, produk songkok yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni dalam rentang Rp 30.000 hingga Rp 60.000 per unit.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Gandeng Swasta Dorong Petani Milenial Tanam Pepaya California

Harga yang kompetitif ini menjadikan produk songkok buatan Niken semakin diminati masyarakat, terutama bagi mereka yang menginginkan songkok berkualitas dengan harga yang bersahabat.

Niken berharap peningkatan permintaan yang terjadi selama Ramadan ini dapat mendorong pertumbuhan bisnisnya secara berkelanjutan.

Ia meyakini bahwa industri songkok masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang, baik di pasar lokal maupun nasional.

Harapannya, usaha ini dapat terus bertahan dan semakin maju, tidak hanya saat menjelang Lebaran tetapi juga sepanjang tahun.

Kesuksesan usaha songkok rumahan ini membuktikan bahwa produk kerajinan tradisional masih memiliki daya saing di tengah maraknya produk industri massal.

Dengan pemasaran yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital, usaha rumahan seperti milik Niken tetap mampu berkembang dan meraih pangsa pasar yang lebih luas.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tempe di Tuban Terpaksa Kecilkan Ukuran demi Bertahan
Permintaan Lele Meledak Gara-gara MBG, Petani Jombang Malah Terjepit Biaya Pakan
Belum Punya Gedung Sendiri, KDMP Senggreng Malang Bikin Kejutan! Omzet Tembus Rp20 Juta

Berita Terkait

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Saturday, 23 May 2026 - 08:56 WIB

Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tempe di Tuban Terpaksa Kecilkan Ukuran demi Bertahan

Berita Terbaru