Petani Milenial Sumenep Kembangkan Pupuk Organik Cair, Kurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 12 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, para petani milenial di Sumenep menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair.

Kegiatan ini dipusatkan di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota dan diikuti oleh petani muda serta tenaga penyuluh pertanian.

Ketua Kelompok Petani Milenial, M. Ridwan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada para petani mengenai cara pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.

Beberapa bahan yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk ini meliputi daun kelor, lamtoro, mengkudu, serta bahan fermentasi lainnya.

Dengan penggunaan bahan-bahan alami tersebut, diharapkan petani dapat menghasilkan pupuk yang lebih ramah lingkungan serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian tanpa bergantung pada pupuk berbahan kimia.

Baca Juga :  Harga Cabai di Kediri Tetap Stabil Meski Permintaan Meningkat

Pelatihan ini juga melibatkan dua fasilitator yang membimbing peserta dalam proses pembuatan pupuk organik cair.

Salah satu fasilitator dari anggota BPP Kota, Amrisal Ardiansyah, secara khusus memberikan panduan mengenai produksi bakteri pupuk Fluorescens.

Melalui kegiatan ini, para petani mendapatkan pengetahuan praktis mengenai teknik pembuatan pupuk organik serta manfaatnya bagi sektor pertanian di wilayah mereka.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta pelatihan, Salamet, mengungkapkan bahwa ketergantungan petani terhadap pupuk kimia masih cukup tinggi di Sumenep.

Meskipun pupuk kimia dapat meningkatkan hasil panen dalam jangka pendek, penggunaannya yang berlebihan berisiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Oleh karena itu, menurutnya, petani perlu mulai beralih ke pupuk organik yang lebih aman dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Emil Dardak: Panen Raya dan Produktivitas Tinggi di Ponorogo Dorong Jawa Timur Menuju Lumbung Pangan Nasional

Selain manfaat bagi kesehatan dan lingkungan, pembuatan pupuk organik cair juga dinilai mampu mengurangi biaya produksi pertanian.

Dengan beralih ke pupuk organik, petani dapat menghemat pengeluaran karena bahan-bahan pembuatannya lebih mudah didapat dan murah.

Di sisi lain, penggunaan pupuk organik juga dapat menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang, sehingga produktivitas pertanian tetap optimal.

Salamet juga menyoroti bahwa harga pupuk kimia yang terus mengalami kenaikan sering menjadi kendala bagi petani.

Oleh sebab itu, menurutnya, penggunaan pupuk organik cair menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan biaya yang lebih rendah, petani tetap bisa mendapatkan hasil pertanian yang berkualitas serta lebih sehat untuk dikonsumsi.

Baca Juga :  Fotografi dan Videografi Drone: Peluang Bisnis Menjanjikan untuk Meningkatkan Brand dan Visual Bisnis

Kegiatan ini menunjukkan bahwa petani milenial di Sumenep semakin menyadari pentingnya inovasi dalam pertanian.

Dengan mengembangkan pupuk organik cair, mereka tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,

tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ke depan, diharapkan lebih banyak petani yang tertarik untuk mengadopsi teknik ini agar sektor pertanian di Sumenep semakin berkembang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru