Kota Malang Alami Inflasi Tertinggi Selama Lima Tahun Terakhir di Bulan Maret 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 8 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pada bulan Maret 2025, Kota Malang mencatatkan inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 1,37 persen.

Angka ini mencatatkan inflasi tertinggi Kota Malang selama lima tahun terakhir untuk bulan yang sama.

Meskipun demikian, tingkat inflasi Kota Malang tersebut masih berada di bawah rata-rata inflasi Provinsi Jawa Timur yang sebesar 1,44 persen, dan juga lebih rendah dari angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,65 persen.

Umar Sjaifudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, menjelaskan bahwa inflasi bulan Maret 2025 di wilayahnya dipicu oleh berakhirnya kebijakan pemerintah mengenai diskon tarif listrik sebesar 50 persen.

Kebijakan tersebut telah dihentikan per 1 Maret 2025, sehingga menyebabkan kenaikan signifikan pada tagihan listrik rumah tangga, terutama bagi pelanggan prabayar yang mulai dikenakan tarif normal.

Baca Juga :  Media Lokal Daring: Wadah Informasi Komunitas yang Aktual dan Mendalam

Sebesar 0,90 persen, berdasarkan data yang disampaikan oleh BPS Kota Malang, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan kontribusi paling besar terhadap inflasi umum.

Sementara itu, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau turut menyumbang sebesar 0,37 persen terhadap inflasi bulanan.

Kenaikan harga pada kelompok ini turut didorong oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang dan selama awal Ramadan.

Umar menyebutkan beberapa komoditas yang turut berkontribusi terhadap meningkatnya inflasi di Kota Malang pada Maret 2025.

Di antaranya adalah tarif listrik, bawang merah, cabai rawit, beras, daging ayam ras, emas perhiasan, sigaret kretek mesin, telur ayam ras, jagung manis, dan sepeda motor.

Lonjakan harga pada komoditas-komoditas ini menjadi pendorong utama naiknya indeks harga konsumen di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Harga Gabah Dinamis Saat Panen Raya Jawa Timur: Tantangan dan Peluang bagi Petani

Namun demikian, inflasi yang terjadi tidak sepenuhnya disebabkan oleh kenaikan harga.

Terdapat pula sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil terhadap terjadinya deflasi.

Komoditas-komoditas tersebut antara lain kangkung, wortel, bayam, terong, semangka, tomat, apel, sawi putih, minyak goreng, serta angkutan udara.

Dalam tinjauan historis, Umar mengungkapkan bahwa Kota Malang secara konsisten mengalami inflasi setiap bulan Maret dalam lima tahun terakhir.

Namun, inflasi tahun ini tercatat sebagai yang tertinggi selama periode tersebut.

Penyebab utamanya adalah berakhirnya subsidi tarif listrik yang sebelumnya meringankan beban masyarakat, serta meningkatnya harga sejumlah bahan pangan pokok yang strategis di tengah momentum Ramadan.

Secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Kota Malang pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,49 persen.

Baca Juga :  Strategi Pemkab Ponorogo dalam Menekan Angka Kemiskinan

Angka ini didorong oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan komoditas emas perhiasan sebagai penyumbang utama.

Kenaikan harga emas ini turut dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan inflasi tahun kalender (year to date/y-t-d), Kota Malang mencatatkan inflasi sebesar 0,07 persen hingga bulan Maret 2025.

Data ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang cukup terkendali secara kumulatif sejak awal tahun, meskipun pada bulan Maret mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

Dengan kondisi tersebut, perlu adanya perhatian khusus terhadap kestabilan harga dan penguatan kebijakan fiskal maupun subsidi agar masyarakat tidak terlalu terbebani oleh fluktuasi harga yang terjadi.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru