Pasokan Melimpah, Harga Cabai Rawit di Kediri Turun Drastis

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 3 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Harga cabai rawit di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, mengalami penurunan signifikan seiring dengan meningkatnya pasokan dari berbagai daerah.

Data terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri pada Rabu (2/4/2025) menunjukkan adanya tren penurunan harga pada berbagai jenis cabai rawit dan cabai merah lainnya.

Harga cabai rawit merah (CRM) varietas Ori 212 dan Brengos 99 yang sebelumnya dijual Rp85.000 per kilogram kini turun sebesar Rp20.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.

Varietas Asmoro 043 dan cabai lokal Kediri juga mengalami penurunan harga dari Rp80.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit jenis Prentol atau Tumi 99 yang sebelumnya dijual seharga Rp75.000 per kilogram kini turun Rp21.000 menjadi Rp54.000 per kilogram.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Gelar Pasar Murah di Kediri, Warga Dapat Sembako dengan Harga Terjangkau

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengonfirmasi bahwa harga cabai rawit mengalami penurunan karena pasokan yang meningkat serta meningkatnya kembali permintaan dari wilayah Jabodetabek setelah sempat melambat.

Selain cabai rawit, harga cabai merah besar (CMB) juga mengalami penurunan. Varietas Gada MK yang sebelumnya dijual Rp50.000 per kilogram kini turun Rp5.000 menjadi Rp45.000 per kilogram,

sedangkan varietas Imola mengalami penurunan harga dari Rp48.000 menjadi Rp43.000 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai merah keriting (CMK).

Varietas Boos Tavi yang sebelumnya dijual Rp40.000 per kilogram kini turun Rp3.000 menjadi Rp37.000, sedangkan varietas Sibad turun Rp5.000, dari Rp38.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.

Dari segi distribusi, pengiriman cabai rawit merah ke wilayah Jabodetabek mencapai 6 ton, meskipun penyerapan untuk sektor industri masih rendah dan pengiriman ke Kalimantan masih belum dilakukan.

Baca Juga :  Beragam Bentuk Bantuan untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM

Sementara itu, pasokan cabai rawit merah yang berasal dari Kediri dan Blitar tercatat mencapai 26 ton.

Untuk cabai merah besar, total pasokan dari Kediri dan Blitar mencapai 7 ton, sedangkan cabai merah keriting yang masuk dari wilayah Kediri berjumlah sekitar 1 ton.

Penurunan harga cabai ini memberikan dampak positif bagi konsumen karena mereka dapat membeli cabai dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun, bagi petani, kondisi ini memunculkan tantangan tersendiri karena harga jual yang menurun dapat berdampak pada pendapatan mereka.

Ke depan, para petani berharap harga cabai bisa kembali stabil dengan adanya penyesuaian permintaan dan distribusi ke berbagai daerah.

Suyono menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di pasar agar keseimbangan antara produksi dan permintaan tetap terjaga.

Baca Juga :  KJMU Semester Ganjil 2025: Jadwal Pencairan, Besaran Bantuan, dan Syarat Penerima

Dengan kondisi pasokan yang terus meningkat, diharapkan harga cabai tetap dalam kisaran yang wajar sehingga menguntungkan baik bagi konsumen maupun petani.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru