Sektor Makanan dan Perawatan Pribadi Jadi Pemicu Utama Inflasi Jawa Timur Maret 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Diberitakan bahwa pada bulan Maret 2025, Provinsi Jawa Timur mencatat angka inflasi tahunan sebesar 0,77 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 107,43.

Data tersebut memperlihatkan adanya peningkatan harga di sejumlah kelompok pengeluaran, meskipun beberapa daerah justru mengalami deflasi.

Dari seluruh wilayah pemantauan, inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Banyuwangi, yakni sebesar 1,89 persen dengan IHK mencapai 108,63.

Sebaliknya, tingkat inflasi terendah terjadi di Kabupaten Bojonegoro dengan angka 0,13 persen dan IHK sebesar 108,58.

Uniknya, Kota Kediri mengalami deflasi tipis sebesar 0,04 persen dengan IHK berada pada posisi 106,13, menjadikannya satu-satunya daerah di Jawa Timur yang mencatat penurunan harga secara tahunan di bulan tersebut.

Baca Juga :  Mentan Amran Sulaiman Tinjau Operasi Pasar Murah di Gresik untuk Stabilkan Harga Pangan

Inflasi yang terjadi sepanjang Maret 2025 dipicu oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran utama.

Kelompok tembakau, makanan, dan juga minuman mencatat kenaikan indeks sebesar 1,64 persen.

Kelompok lain yang turut memberikan andil signifikan di antaranya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan lonjakan sebesar 8,94 persen,

kelompok kesehatan meningkat sebesar 1,95 persen. Sementara kelompok penyediaan makanan dan minuma, termasuk restoran naik 2,13 persen.

Kelompok pengeluaran lainnya yang turut mengalami kenaikan harga meliputi kelompok pendidikan (1,49 persen), rekreasi, olahraga, dan budaya (1,40 persen),

pakaian dan alas kaki (1,10 persen), pemeliharaan rutin rumah tangga (0,56 persen), perlengkapan, peralatan, serta transportasi (0,48 persen).

Baca Juga :  Kisah Sukses Jonhansen dalam Mengembangkan Bisnis Spencer’s MealBlend di Surabaya

Kenaikan ini menunjukkan adanya tren permintaan yang cukup tinggi terhadap kebutuhan pokok maupun layanan sekunder yang mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks harga.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat penurunan signifikan sebesar 7,49 persen, yang menjadi salah satu faktor penyeimbang dalam inflasi regional.

Kelompok lain, jasa keuangan, informasi, serta komunikasi juga turun tipis sebesar 0,16 persen.

Secara umum, jika dilihat dari tingkat inflasi bulanan, pada bulan Maret 2025, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,44 persen.

Sementara itu, inflasi sejak awal tahun atau year-to-date tercatat sebesar 0,30 persen.

Baca Juga :  Jumlah Penerima PKH di Situbondo Berkurang, Ribuan Keluarga Berhasil Mandiri

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi lonjakan harga pada bulan Maret, kondisi harga di Jawa Timur masih terkendali secara akumulatif sepanjang tahun berjalan.

Kondisi ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Langkah-langkah stabilisasi harga di sektor energi dan komunikasi juga penting untuk terus dikawal agar tren inflasi tetap berada dalam batas aman hingga akhir tahun.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru