Serapan Pupuk Subsidi di Situbondo Capai 20 Persen, Petani Diwajibkan Tebus Urea dan NPK Demi Produktivitas Padi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 23 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Diberitakan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) melaporkan bahwa tingkat penyerapan pupuk subsidi jenis urea dan NPK hingga 22 April 2025 telah mencapai angka 20 persen dari total alokasi yang diterima.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dispertangan Situbondo, Muhammad Zaini, pada Rabu (23/4/2025), sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi.

Berdasarkan data resmi, tahun 2025 ini Situbondo mendapatkan jatah pupuk subsidi dari pemerintah pusat sebesar 29.960 ton untuk jenis urea dan sekitar 23.000 ton untuk pupuk NPK.

Dari jumlah tersebut, hingga akhir April tercatat sebanyak 5.992 ton pupuk urea telah disalurkan kepada petani, sedangkan serapan pupuk NPK mencapai 4.600 ton.

Baca Juga :  Peran dan Karakteristik Usaha Menengah dalam Perekonomian Nasional

Muhammad Zaini menegaskan bahwa kebijakan baru diberlakukan tahun ini, di mana petani wajib menebus kedua jenis pupuk subsidi tersebut—tidak hanya urea seperti tahun sebelumnya.

Kewajiban ini diterapkan agar proses pertumbuhan tanaman padi dapat lebih optimal dan hasil panen meningkat secara signifikan.

Pihaknya menyadari bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, banyak petani yang hanya menebus pupuk urea karena dianggap lebih ekonomis dan cukup untuk kebutuhan lahan mereka.

Namun, pendekatan tersebut mulai dianggap kurang efektif dalam meningkatkan produktivitas.

Pupuk NPK sendiri memiliki peran penting dalam menyediakan unsur hara makro yang sangat dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dalam satu paket.

Berbeda dengan urea yang hanya mengandung nitrogen, NPK berfungsi untuk menyeimbangkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Baca Juga :  Polres Madiun Tunjukkan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Lewat Monitoring Lahan Jagung

Zaini menyampaikan bahwa masih banyak petani yang kurang memahami pentingnya penggunaan pupuk berimbang,

sehingga pihaknya merasa perlu mendorong—bahkan mewajibkan—penebusan pupuk NPK agar lahan pertanian dapat dikelola dengan lebih baik dan berkelanjutan.

Tahun sebelumnya, yakni pada 2024, alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Situbondo sedikit lebih besar dibanding tahun ini, yaitu sebanyak 30.487 ton untuk pupuk urea dan 25.000 ton untuk pupuk NPK.

Penurunan alokasi tahun ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam mengatur distribusi serta memastikan bahwa pupuk benar-benar sampai ke petani yang membutuhkan sesuai data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dengan kebijakan baru yang mewajibkan petani menebus pupuk urea dan NPK secara berimbang, pemerintah daerah berharap terjadi peningkatan signifikan dalam produktivitas lahan pertanian.

Baca Juga :  Menjelang Lebaran Ketupat, Pasar Sampang Ramai Diserbu Pembeli, Kecambah Jadi Buruan Utama

Selain itu, langkah ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo akan terus melakukan sosialisasi kepada para petani mengenai manfaat pemupukan berimbang serta pentingnya menggunakan pupuk sesuai anjuran agar hasil pertanian lebih optimal.

Pemerintah pun terus mengawal distribusi agar proses penebusan berjalan lancar, tanpa adanya kelangkaan pupuk di lapangan.

Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani, Kabupaten Situbondo menargetkan tercapainya produksi padi yang lebih tinggi pada musim tanam tahun ini, sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru