Strategi Tekan Angka Kemiskinan di Madura Melalui Optimalisasi Potensi Lokal

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Angka kemiskinan yang tinggi di wilayah Madura masih menjadi tantangan serius yang perlu segera diatasi.

Pemerintah daerah di empat kabupaten di Madura disarankan untuk lebih memanfaatkan potensi lokal agar laju kemiskinan dapat dikendalikan dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jakfa Sadik, menyampaikan bahwa Madura masih mencatat tingkat kemiskinan yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata regional Jawa Timur.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik tahun 2024, dirinya menyebutkankan bahwa angka kemiskinan di wilayah Bangkalan mencapai 18,66 persen, wilayah Sampang 20,83 persen, wilayah Pamekasan 13,41 persen, dan juga wilayah Sumenep 17,08 persen.

Sementara itu, tingkat kemiskinan di Jawa Timur secara umum tercatat sebesar 9,56 persen.

Baca Juga :  Harga Cabai di Kediri Tetap Stabil di Tengah Aksi Demo ODOL dan Liburnya Distribusi Industri

Kondisi ini menurutnya perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah setempat.

Untuk menekan angka kemiskinan tersebut, Jakfa menyarankan agar kabupaten-kabupaten di Madura mengoptimalkan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan lokal.

Ia menilai, pengembangan sektor pertanian dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, ia juga menyoroti sejumlah kendala lokal yang perlu diatasi. Salah satu masalah utama adalah keterbatasan sumber daya alam, terutama terkait dengan kualitas lahan pertanian yang kurang subur.

Banyak lahan di Madura, menurutnya, masih sangat bergantung pada curah hujan dan belum menerapkan teknik pertanian modern.

Cara bercocok tanam yang masih tradisional membuat hasil pertanian kurang maksimal dan tidak efisien.

Baca Juga :  Harga Telur di Saronggi Sumenep Tetap Stabil dan Stok Aman, Jelang Idul Adha 1446H

Jakfa menekankan pentingnya penerapan teknologi di bidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

Ia menjelaskan bahwa sentuhan teknologi dapat membawa perubahan besar, termasuk dalam hal pengurangan biaya produksi, peningkatan efisiensi kerja, dan mempercepat masa panen.

Dengan adopsi teknologi pertanian modern, produktivitas petani diyakini akan jauh lebih baik dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi desa.

Selain tantangan di sektor pertanian, Jakfa juga mengungkapkan faktor sosial lain yang turut mempengaruhi tingginya angka kemiskinan di Madura.

Berdasarkan hasil riset, banyak warga Madura yang memilih merantau ke kota-kota besar dan enggan kembali ke daerah asal.

Fenomena ini menyebabkan kurangnya sumber daya manusia berkualitas di desa-desa, yang pada akhirnya memperparah kondisi kemiskinan di kawasan pedesaan.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah di Situbondo Anjlok, Konsumen Senang Petani Panen Raya

Ia menegaskan pentingnya pemerintah daerah untuk menciptakan iklim ekonomi yang lebih menarik di desa, agar para pekerja muda dan berpotensi tinggi mau kembali dan berkontribusi membangun daerahnya sendiri.

Dengan pengembangan potensi lokal yang serius dan penerapan teknologi tepat guna, Madura diyakini bisa mempercepat laju pertumbuhan ekonominya dan menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru