Bulog Tulungagung Hampir Capai Target Serapan Gabah 7.000 Ton

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 15 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Perum Bulog Subdivre Tulungagung menunjukkan progres signifikan dalam menyerap hasil panen petani pada musim tanam pertama (MT 1) tahun ini.

Hingga pertengahan Mei 2025, realisasi serapan gabah telah mencapai angka 6.000 ton dari target 7.000 ton untuk wilayah Kabupaten Tulungagung.

Dengan sisa areal panen sekitar 1.300 hektare, Bulog optimis mampu memenuhi target 100 persen.

Yonas Haryadi Kurniawan, Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, menyebutkan bahwa pencapaian ini dipengaruhi oleh momen panen raya yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Ia menegaskan bahwa serapan gabah masih akan terus dilakukan, mengingat masih ada sejumlah sawah yang belum dipanen.

Dengan tren tersebut, pihaknya percaya target serapan akan segera terpenuhi secara keseluruhan.

Baca Juga :  Syarat dan Besaran Dana Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 2025: Dukungan Pemerintah untuk Anak Sekolah dari Keluarga Kurang Mampu

Gabah yang diserap Bulog merupakan hasil panen petani dari musim tanam pertama, yang berlangsung sejak awal tahun.

Harga gabah petani saat ini juga menunjukkan kenaikan signifikan. Pada awal musim panen, harga pasaran antara Rp5.700 – Rp5.800 per kilogram.

Akan tetapi untuk saat ini, harga telah naik ke angka Rp6.600 hingga Rp6.700 per kilogram, melewati Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Meski harga pasar sudah melampaui HPP, Bulog tetap melakukan penyerapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal ini dilakukan guna menjaga keseimbangan stok beras nasional serta memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat luas.

Yonas menekankan bahwa Bulog tetap menjalankan fungsinya sesuai regulasi, meski di lapangan harga gabah petani cenderung lebih tinggi.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Polri, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Desa Ketandan Tanam Padi untuk Ketahanan Pangan

Wilayah kerja Bulog Subdivre Tulungagung mencakup beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.

Total serapan gabah dari keempat daerah tersebut telah menyentuh angka 24.200 ton setara beras, atau sekitar 65 persen dari total target gabah untuk seluruh wilayah kerja.

Karena hal ini, petani lokal menyambut baik perkembangan harga gabah yang terjadi.

Misalnya Suryanto, petani asal Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

Ia mengatakan bahwa harga gabah mengalami peningkatan karena jumlah lahan panen yang tersisa semakin sedikit.

Stok gabah yang mulai menurun ini membuat harga kian bersaing.

Suryanto berharap tren kenaikan harga gabah bisa terus berlanjut dan stabil, agar petani memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panen mereka.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Induk Pare Kediri Stabil Meski Serapan Jabodetabek dan Industri Libur

Menurutnya, stabilitas harga menjadi kunci bagi petani untuk terus semangat dalam bertani dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Dengan kondisi panen yang masih berlangsung dan dukungan dari Bulog, sektor pertanian di Tulungagung dan sekitarnya diproyeksikan akan memberikan kontribusi yang besar dalam penyediaan stok beras nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru