Infrastruktur Diperkuat, Lamongan Siap Jadi Magnet Investasi Baru di Jawa Timur

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 8 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif.

Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai.

Dalam kunjungan kerja yang digelar pada Rabu (7/5/2025), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan visi besar tersebut di hadapan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jawa Timur serta Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur di command center Pemkab Lamongan.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan bahwa infrastruktur berkualitas merupakan salah satu kunci utama dalam menarik minat para investor.

Menurut dirinya dengan terciptanya iklim investasi yang mendukung, pertumbuhan ekonomi di wilayah Lamongan akan terus berlanjut secara berkelanjutan.

Ia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,81% pada tahun 2024.

Baca Juga :  Cara Cerdas Menghitung Kebutuhan Modal Usaha Berdasarkan Target Bisnis

Optimisme itu juga didukung oleh proyeksi realisasi investasi Lamongan tahun 2024 yang diperkirakan menembus Rp2,138 triliun.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,979 triliun.

Dalam penjelasan tersebut, Pak Yes mengatakan bahwa Pemkab Lamongan terus berusaha menyederhanakan proses perizinan dan juga memastikan transparansi dalam setiap investasi.

Saat ini, tercatat sebanyak 2.014 kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berskala besar, 107 PMDN skala menengah, serta 36 investasi Penanaman Modal Asing (PMA) telah masuk ke wilayah Lamongan.

Tak hanya fokus pada sisi perizinan, potensi sektor unggulan juga menjadi senjata andalan Lamongan dalam menarik investasi.

Salah satunya adalah sektor pertanian, khususnya komoditas sorgum yang kini tengah naik daun sebagai sumber pangan alternatif.

Baca Juga :  Lamongan Tempo Dulu 2025 Resmi Ditutup: Perpaduan Nostalgia Budaya dan Penggerak Ekonomi UMKM

Luas lahan sorgum di Lamongan mencapai 300 ribu hektar, dan kini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku industri pangan.

Selain pertanian, sektor perikanan juga turut menjadi andalan Lamongan dalam menggerakkan roda perekonomian.

Baik perikanan tangkap ataupun perikanan budidaya, keduanya memiliki kontribusi besar terhadap industri pengolahan hasil laut, sehingga menjadikan Lamongan sebagai daerah terdepan dalam pengembangan industri hulu maritim di Jawa Timur.

Dyah Wahyu Ermawati, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jawa Timur, menilai bahwa posisi strategis Lamongan,

didukung dengan potensi multi-sektor yang besar, menjadikan daerah ini sebagai salah satu pusat investasi paling prospektif di provinsi.

Ia menyebutkan pula bahwa Lamongan diperkirakan bisa masuk dalam 10 besar kabupaten/kota dengan capaian realisasi investasi tertinggi di Jawa Timur tahun 2024, dengan kontribusi sekitar 2,4%.

Baca Juga :  Jatim Tangguh Terus Bertumbuh: Khofifah Tegaskan Capaian Nyata Pembangunan di Usia ke-80 Provinsi Jawa Timur

Sementara itu, Deputi Direktur Bank Indonesia Jatim, Barik Bathaludin, menggarisbawahi pentingnya investasi fondasi utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Ia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi daerah seperti Lamongan akan menjadi lokomotif penting dalam akselerasi pembangunan nasional.

Dengan potensi unggulan dan kesiapan infrastruktur, Lamongan tidak hanya siap menjadi pusat industri baru di kawasan timur Jawa, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah daerah berharap upaya ini akan membawa manfaat luas, baik bagi pertumbuhan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat Lamongan secara keseluruhan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru