Warung Nasi Pecel Sor Talok Ngawi, Kuliner Tradisional yang Ramai Diserbu Wisatawan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 5 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Nasi pecel menjadi sajian khas yang tak terpisahkan dari identitas kuliner wilayah Madiun Raya.

Salah satu lokasi yang menawarkan pengalaman autentik menyantap nasi pecel bisa ditemukan di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi.

Sebuah warung sederhana namun sarat nilai tradisional ini dikenal luas dengan nama “Warung Yu Sri Sor Talok”.

Keunikan utama warung ini terletak pada proses memasak nasinya yang masih menggunakan kayu bakar.

Ciri khas tersebut tidak hanya memberikan aroma khas pada nasi, namun juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Warung tersebut menyediakan nasi pecel dalam piring yang dilapisi dengan daun jati dan juga daun pisang, memberikan kesan alami dan juga tradisional yang jarang ditemukan di tempat lain.

Baca Juga :  Sensasi Rujak Seafood Sumenep: Kuliner Laut Segar yang Menggugah Selera

Sri, pemilik warung, mengungkapkan bahwa sejak awal ia memang ingin mempertahankan cara tradisional sebagai identitas warung miliknya.

Lokasi warung yang berada tepat di bawah rindangnya pohon kersen (dikenal juga sebagai pohon talok) menjadi inspirasi nama “Sor Talok”, yang berarti “di bawah pohon talok”.

Sri menyampaikan bahwa setiap hari warungnya didatangi ratusan pembeli. Tidak hanya warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah bahkan mancanegara.

Ia menyebut pernah melayani pelanggan dari Papua, Inggris, hingga wisatawan keturunan Tionghoa.

Antusiasme masyarakat terhadap warung ini begitu tinggi, hingga antrean pengunjung sering kali terlihat mengular sampai ke pinggir jalan.

Dalam sehari, sekitar 30 kilogram beras dapat dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, baik untuk nasi maupun lontong.

Baca Juga :  Surabaya Genjot Produksi Padi Lewat Bantuan Alsintan dan Irigasi Modern

Jumlah tersebut mencerminkan tingginya tingkat permintaan dan popularitas warung yang telah berdiri sejak Sri masih menjajakan dagangannya secara keliling dengan cara digendong.

Devi, salah satu pelanggan setia, menuturkan bahwa dirinya mengetahui keberadaan Warung Yu Sri dari media sosial Instagram.

Ia yang merupakan warga Paron, Ngawi, kerap menyempatkan diri mampir saat melewati kawasan Selopuro.

Menurut Devi, selain rasanya yang lezat dan harganya yang terjangkau, lokasi warung ini juga strategis sehingga mudah diakses oleh siapa pun.

Devi menjelaskan bahwa untuk menu sarapan, ia biasa memilih nasi pecel.

Namun jika datang agak siang, ia lebih suka menyantap lontong sayur yang juga menjadi menu andalan di warung tersebut.

Baca Juga :  Kata Siapa Jadi Pengusaha Susah! Ide Bisnis Ini Cuma Modal Rp 1 Jutaan Saja

Pilihan menu yang beragam dan rasa yang konsisten menjadikan tempat ini terus diminati oleh berbagai kalangan.

Kini, perkembangan Warung Yu Sri Sor Talok semakin pesat.

Dari usaha kecil yang dimulai dengan berjualan keliling, kini Sri telah memiliki bangunan warung tetap dan dibantu oleh tujuh orang karyawan.

Para pekerja tersebut bertugas mulai dari proses memasak hingga mengatur parkir kendaraan pelanggan yang datang silih berganti.

Warung Yu Sri menjadi simbol keberhasilan kuliner lokal yang mampu bertahan dan berkembang berkat kekonsistenan dalam menjaga cita rasa dan nilai-nilai tradisional.

Keberadaannya turut mendukung wisata kuliner di Kabupaten Ngawi dan menjadi destinasi wajib bagi para pecinta makanan khas Jawa Timur.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru