Banyuwangi Luncurkan Sunwangi: Revolusi Beras Biofortifikasi Pertama di Indonesia

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 26 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan kepemimpinannya dalam inovasi sektor pertanian dengan meresmikan peluncuran ekosistem beras biofortifikasi pertama berskala industri di Indonesia yang diberi nama Sunwangi.

Acara peluncuran ini dikemas bersamaan dengan panen raya yang berlangsung di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, pada Rabu, 25 Juni 2025.

Nama Sunwangi, yang merupakan akronim dari Sun Rice of Java Banyuwangi, menandai sebuah inovasi pangan yang lahir dari hasil pengembangan varietas padi biofortifikasi.

Jenis ini diformulasikan khusus untuk memperkaya kandungan mikronutrien penting semisal vitamin A, B1, B3, B9, dan B12, juga mineral lain seperti zat besi dan zinc.

Tujuan dari pengembangan ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pangan, tetapi juga untuk menjawab tantangan besar seperti gizi buruk, kemiskinan, dan kasus stunting di masyarakat.

Baca Juga :  Produksi Cengkeh di Songgon Banyuwangi Terus Anjlok: Petani Keluhkan Dampak Iklim yang Tak Lagi Bisa Diprediksi

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa inisiatif Sunwangi merupakan lompatan besar dalam pembangunan daerah.

Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Banyuwangi sebagai daerah percontohan nasional.

Menurutnya, ekosistem Sunwangi membawa dampak luas, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, Badan Gizi Nasional, Bulog, Bank Indonesia, IPB University, serta perusahaan swasta seperti Pandawa Agri Indonesia dan Danone.

Kerjasama lintas sektor ini menjadi kunci sukses peluncuran Sunwangi menjadi model ketahanan pangan masa depan.

Pada tahap awal, budidaya padi biofortifikasi dilakukan di atas lahan seluas 5 hektare menggunakan varietas Nutrizinc.

Baca Juga :  Banyuwangi Career Expo 2025 Digelar Hybrid, Sediakan Lowongan dan Pelatihan untuk Pencari Kerja

Hasilnya sangat menggembirakan, dengan produktivitas mencapai 11 ton per hektare—jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 6–7 ton.

Selain hasil panen tinggi, kandungan gizinya juga terbukti lebih baik dibanding beras biasa.

Ke depannya, pengembangan varietas Sunwangi akan diperluas menggunakan varietas unggulan IPB 9G dan IPB 15S yang dikenal memiliki kandungan zat besi dan zinc tinggi.

Nutrien ini sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui.

Guru Besar IPB University, Prof. Hajrial Aswidinnoor, menyampaikan bahwa inovasi beras biofortifikasi ini membawa manfaat ganda—baik dalam aspek kesehatan maupun ekonomi.

Petani diuntungkan dengan hasil panen yang tinggi, sementara masyarakat memperoleh beras yang lebih bergizi.

Baca Juga :  Batik Sambiloto Bojonegoro: Dari Halaman Rumah Desa Sambiroto Menembus Pasar Dunia

Menariknya, proyek ini juga menerapkan pendekatan pertanian ramah lingkungan melalui sistem budidaya rendah emisi karbon serta penggunaan input yang lebih efisien.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun menargetkan perluasan lahan tanam hingga 500 hektare pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen memperluas dampak positif Sunwangi.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB